Senin, 26/10/2020, 21:30:35
Tim Gabungan Periksa Proyek Tribun Stadion Karangbirahi Brebes
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Tim gabungan dari Dindikpora, Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Brebes melakukan pemeriksaan proyek tribun SKB. Foto 2: Pejabat Pembuat Komitmen, Fajar Adi Widiarso memberi penjelasan kepada wartawan. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Tim gabungan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah, melakukan pemeriksaan terhadapan proyek pembangunan tribun Stadion Karangbirahi Brebes (SKB) di sisi selatan, Senin 26 Oktober 2020 siang.

Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Brebes, Ariyanto mengatakan, tim Kejaksaan Negeri Brebes sebagai Jaksa Pengacara Negera (JPN) bertugas memberi pendampingan dalam pekerjaan pembangunan fisik di daerah, termasuk di Kabupaten Brebes.

Namun demikian, dari sebanyak 33 paket pekerjaan tersebut hanya 4 paket yang mendapat pendampingan dari JPN. Yakni, di bidang kesehatan 3 paket dan bidang pendidikan 1 paket berupa pembangunan tribun SKB di sisi selatan.

Pasalnya, Pemkab Brebes sebagai pemilik pekerjaan atau pengguna anggara, tidak mengajukan semua pekerjaan untuk mendapat pendampingan. 

"Jadi hari ini kita lakukan peninjauan, hanya 4 pekerjaan yang kami dampingi. Dalam tugas ini, kami selalu berkerjasama dengan Inspektorat, dinas terkait dan tim teknis lainnya," ujar Ariyanto di sela-sela pemantauan pemeriksaan proyek pembangunan tribun SKB.

Ariyanto menjelaskan, jika semua pekerjaan yang mendapatkan pendampingan tersebut ditargetkan selesai pada November nanti. Pendampingan itu dilakukan tujuannya agar pembangunan yang dilaksanankan tepat mutu, tepat waktu dan tepat sasaran.

Dalam tugasnya, lanjut Ariyanto, JPN juga bersifat pasif atau ketika nanti dalam pelaksanaan pekerjaan ada hambatan, pihak terkait harus memberikan surat tertulis agar apa-apa yang menjadi masalah bisa diselesaikan bersama-sama.

"Yang pasti, kami bersama tim ini menginginkan seluruh penyedia jasa yang melaksanakan proyek di Brebes ini, dapat melaksanakan pekerjaannya sebaik mungkin, jangan sampai terlambat dan berkualitas," terangnya.

Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Tribun Stadion Karangbirahi Brebes, Fajar Adi Widiarso mengatakan, pembangunan tribun Stadion Karangbirahi Brebes menelan anggaran sekitar Rp 2 miliar.

Sebelum ada refokusing anggaran, alokasinya mencapai Rp 4 miliar. Namun setelah refokusing hanya sebesar Rp 2 miliar. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 58 persen, dan pihaknya optimistis akan selesai sesuai jadwal kontrak.

"Kami yakin pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu, dan pembangunan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Brebes dalam ikut mendorong prestasi olahraga di daerah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) LPSE Setda Pemkab Brebes, Moh Zudan Fanani, menambahkan untuk proses pembangunan fisik di Kabupaten Brebes tetap berjalan.

Dimana, hingga triwulan tiga tahun anggaran 2020, sebanyak 33 paket pekerjaan fisik telah selesai dilelangkan oleh Bagian Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Setda Pemkab Brebes, dengan nilai total Rp 103 miliar.

"Memang disaat pandemi COVID-19, sesuai instruksi pusat, ada rekofusing anggaran untuk tahun 2020 ini. Dari 33 paket pekerjaan fisik, jumlah paket yang dilelangkan, sebanyak 14 paket telah selesai dikerjakan. Kemudian sisanya 19 paket masih dalam proses pekerjaan," ungkap Zudan.

Adapun, lanjut Zudan, sebanyak 33 paket pekerjaan yang selesai lelang itu bersumber dari berbagai anggaran setelah dilakukan refokusing untuk penanganan COVID-19. Di antaranya, dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten tahun 2020.

Sebelum anggaran dilakukan refokusing untuk COVID-19, total pekerjaan yang akan dilelangkan sebanyak 110 paket.

"Total nilai pekerjaan sampai triwulang tiga ini, sebesar Rp 103 miliar. Namun dari nilai ini, ditawar oleh penyedia jasa sebesar Rp 96 miliar. Sehingga, melalui lelang ini kami kami bisa efisiensi anggara sekitar Rp 6,5 miliar," jelasnya.

Zuhdan menyebut, jika mayoritas merupakan pekerjaan fisik di bidang kesehatan, bidang pekerjaan umum dan bidang pendidikan. Di bidang kesehatan, pekerjaan terbesar adalah pembangunan RSUD Ketanggungan senilai Rp 58 miliar. Selain itu, ada juga pembangunan beberapa puskesmas, pembangunan sarana farmasi dan laboratorium.

"Kalau masalah target pekerjaan, itu menjadi kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen. Kami dalam hal ini hanya sebatas melakukan pelelangan pekerjaan, setelah selesai dengan adanya pemenang, dikembalikan kembali ke Pejabat Pembuat Komitmen," tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita