Kamis, 28/05/2020, 14:37:51
Era New Normal, Fikri: Pemerintah Agar Indahkan Anjuran IDAI
LAPORAN SL. GAHARU

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM

PanturaNews (Tegal) - Menjelang akhir masa tanggap darurat Covid-19 dan semakin menguatnya wacana era New Normal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM meminta pemerintah untuk mengindahkan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Tidak hanya itu, Fikri Faqih juga meminta pemerintah kembali mempertimbangkan wacana masuk sekolah di bulan Juni atau tahun pelajaran baru.

“Pembelajaran jarak jauh disarankan tetap dilanjutkan, mengingat kemungkinan bulan Juli wabah belum teratasi dengan baik,” ungkapnya saat dihubungi melalui telephon, Kamis 28 Mei 2020.

Menurut Fikri, ada sebelas anjuran yang perlu diperhatikan pemerintah. Beberapa diantaranya anjuran tetap melanjutkan kegiatan belajar di rumah dan menerapkan pembelajaran jarak jauh, mengingat sulitnya melakukan pengendalian transmisi apabila terbentuk kerumunan.

Fikri menjelaskan, Data IDAI menunjukkan hingga 18 Mei 2020 diketahui jumlah pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 anak, 129 anak berstatus PDP meninggal. 584 anak terkonfirmasi positif Covid-19, dan 14 anak meninggal akibat Covid-19.

“Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat Covid-19 d Indonesia tinggi, dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19,” kata anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kab. Tegal dan Kab. Brebes) ini.

Wacana new normal, kata Fikri, mestinya membuat suasana menjadi normal seperti semula, bukan malah tambah panik. Dab yang jadi pertimbangan mestinya bukan hanya pulihnya ekonomi, tapi juga harus mempertimbangkan semua faktor secara komprehensif karena ini meliputi keselamatan, kesehatan, dan tentu saja rasa aman.

“Untuk kesehatan, kami meminta pemerintah memperhatikan himbauan yang dikeluarkan IDAI,” tegas Fikri.

Apalagi kurva Covid-19, lanjut Fikri, trennya naik terus. Data terbaru saja sudah mencapai 23.851 kasus, dengan angka kematian 1473. Pasien sembuh 6.057 kasus, dan kasus aktif 16.321.

“Padahal rumus untuk menerapkan new normal hanya akan berjalan efektif, setelah kurva landai, sebulan kemudian bisa berkegiatan kembali. Tetapi kurva masih naik,” tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita