Rabu, 09/10/2019, 21:22:12
Di Kota Tegal, Ribuan Rumah Tak Miliki Jamban
LAPORAN NINO MOEBI

Salah satu Jamban di sungai yang ada di Kota Tegal (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Sebanyak 1.775 rumah di Kota Tegal, Jawa Tengah, tidak memiliki jamban dan 1.268 rumah tidak memiliki Septiktank.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Tegal Wiharto, Rabu 9 Oktober 2019.

"Jumlah rumah di Kota Tegal ada 50.809 rumah, yang tidak memiliki Jamban sebanyak 1.775 dan yang tidak memiliki Septiktank 1.268. "Itu data tahun 2018 ya," kata Wiharto.

Data Dasar Penyehatan Lingkungan (DDPL) dari Dinas Kesehatan Kota Tegal 2018 menyebutkan, wilayah Tegal Selatan meliputi 8 Kelurahan.

Untuk Kelurahan Randugunting dari jumlah 4.343 rumah yang tidak memiliki Jamban sebanyak 160 rumah dan 48 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Debong Tengah dari 2.881 rumah, yang memiliki Jamban 61dan 23 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Tunon, dari 1.233 rumah, 29 tidak memiliki jamban, 43 tidak memiliki septiktank. Kelurahan Keturen dari 860 rumah, 43 tidak memiliki Jamban.

Untuk wilayah Tegal Barat, di Kelurahan Kraton, ada 3.484 rumah, 30 tidak memiliki Jamban, 89 tidak memiliki septiktank. Di Kelurahan Tegalsari, dari 4.237 rumah, 401 tidak memilik Jamban, 14 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Muarareja, 856 rumah, 330 tidak memiliki Jamban, 62 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Debong Lor, 808 rumah, 16 rumah tidak memiliki Jamban. Kelurahan Pesurungan Kidul, dari 1.052 rumah, 91 tidak memiliki jamban.

Wilayah Tegal Timur, Kelurahan Panggung, dari 5.549 rumah, 49 rumah tidak memiliki Jamban dan 315 rumah tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Mintaragen, 3.264 rumah, 27 rumah tidak memilik jamban, 241 rumah tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Mangkukusuman, 1.002 rumah, 124 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Slerok, 3.086 rumah, 60 rumah tidak memiliki Jamban, 63 rumah tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Kejambon, dari 2.514 rumah, 121 tidak memiliki Jamban, 63 tidak memiliki Septiktank.

Wilayah Kecamatan Margadana, di Kelurahan Margadan, dari 2.78 rumah, 100 tidak memiliki jamban, 4 rumah tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Sumurpanggang, 1.249 rumah, 68 tidak memiliki jamban, 59 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Pesurungan Lor 942 rumah, 106 rumah tidak memiliki 21 rumah tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Kalinyamat Kulon, 1.037 rumah, 63 rumah tidak memiliki Jamban, 20 rumah tidak memiliki Septiktank.

Kelurahan Kaligangsa, 1.759 rumah, 40 tidak memiliki Jamban, 45 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Krandon, 1.079 rumah, 14 tidak memiliki Jamban, 22 tidak memiliki Septiktank. Kelurahan Cabawan, dari 916 rumah, 6 rumah tidak memiliki Jamban dan 14 tidak memiliki Septiktank.

Menyikapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Tegal menggalakan program pemicuan stop BAB sembarangan, penyuluhan tentang lingkungan sehat, sosialisasi dan pemberian stimulan Jamban (jambanisasi).

Wiharto mengaku, dibantaran sungai Kemiri masih ada tempat tobong untuk BAB (helikopter). Ada sedikitnya 6 tobong. Dan keberadaanya segera dibongkar menunggu koordinasi dengan Kepala Puskesmas terkait.

"Stimulan jambanisasi untuk Tahun 2019 sebanyak 268 unit dan ini sedang proses pengerjaan," kata Wiharto.

Tahun 2019 ini Kecamatan Margadana akan di canangkan menjadi Kecamatan Open Defecation Free (ODF).

"ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini," pungkas Wiharto.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita