![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Sejumlah anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, mengaku kecewa dengan PT Hutama Arga Perkasa, selaku rekanan penggarap Kolam Renang Samudera. Pasalnya, pekerjaan yang dimulai sejak Pebruari lalu dan seharusnya sudah mencapai sekitar 35 persen, ternyata baru tergarap 10 persen.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal, H Harun Abdimanaf SH usai melakukan tinjauan lapangan, Rabu 14 Mei 2014.
“Jujur kami kecewa, seharusnya pekerjaan Kolam Renang itu sudah mencapai 35 persen, namun kenyataannya baru sekitar 10 persen,” kata Harun.
Menurut Harun, keterlambatan pekerjaan kolam renang itu disebabkan karena pihak rekanan tidak fokus menggarap pekerjaan inti. Ironisnya pihak rekanan justru lebih dulu menggarap beberapa sarana dan prasarana Kolam Renang yang tidak begitu urgen.
“Seharusnya rekanan fokus mengerjakan perbaikan kolam renangnya bukan sarana lain yang tidak penting. Tadi kami lihat sendiri rekanan justru mengerjakan fasilitas café-nya lebih dulu,” ujarnya.
Lebih jauh Harun mengatakan, untuk renovasi kolam renang Samudera dialokasikan anggaran APBD II sekira Rp 5 Milyar dan di dalam perjanjian pekerjaan harus selesai sempurna pada September 2014. “Jika kondisinya seperti sekarang ini, kami pesimis proyek kolam renang dapat selesai tepat waktu,” katanya.
Hal senada ditambahkan oleh Sutari SH. Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, kesalahan awal yang menyebabkan pekerjaan kolam renang itu terlambat adalah rekanan yang tidak focus terhadap inti pekerjaan dan personil pekerja yang sedikit.
“Untuk bisa mengejar target penyelesaian, sebaiknya pihak rekanan menambah jumlah pekerja dan pekerjaan dilakukan lembur,” kata Sutari.