Dirjen Hubla Setuju Pengembangan Pelabuhan Tegal
JOH-Johari
Jumat, 12/03/2010, 20:34:00 WIB

Dirjen Hubla Kementrian Perhubungan, Sunaryo SH, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak dan Wakil Walikota Tegal KH Habib Ali ZA SE saat tatap muka dengan pengusaha maritim di Hotel Karlita, Jumat 12 Maret 2010. (FT: Johari)

PanturaNews (Tegal) – Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI, Sunaryo SH setuju pelabuhan Tegal dikembangkan menjadi pelabuhan niaga. Bahkan ia men-deadline pemerintah kota (Pemkot) Tegal, selama dua bulan untuk membuat masterplane. Pasalnya, Dirjen telah menyipkan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk pembuatan masterplane dan biaya pengerukan. “Saya rasa Rp 6 miliar, cukup untuk membuat Masterplane dan pengerukan,” kata Dirjen saat audiensi dengan Walikota Tegal dan pengusaha maritim di Hotel Karlita, Kota Tegal, Jateng, Jumat 12 Maret 2010.

Untuk segera terealisasi pengembangan pelabuhan Tegal, Dirjend Hubla minta kepada Pelindo untuk secepatnya membentuk Satgas pembangunan pelabuhan. Dan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang kota (Dispertaru) segera menata pemukiman di sekitar pelabuhan. Pengusaha shipyard untuk secepatnya mengurus ijin terminal. Sedangkan DPRD dan Pemkota Tegal diminta untuk segera membuat Perda tentang pembangunan pelabuhan dan peruntukannya. “Kami minta kepada Pelindo, paling lambat dua bulan untuk membentuk Satgas pembangunan pelabuhan dan komitmen bersama demi terwujudnya pengembangan pelabuhan Tegal,” tegas Sunaryo.

Terkait perijinan yang dipertanyakan oleh pengusah dok kapal, Kepala Pelindo Tegal menegaskan bahwa ijin yang dimaksud adalah ijin terminal. Pasalnya, dengan akan dikembangkannya pelabuhan maka Pelindo akan mengaudit asset milik Pelindo. Jika perusahaan beridiri di atas tanah Pelindo, maka secepatnya harus mengajukan ijin perpanjangan. Karena semua asset Pelindo, akan dikelola oleh Pelindo. Kecuali sudah di atas tanah hak milik. “Yang dimaksud ijin adalah ijin terminal, karena Pelindo akan mengaudit asset milik Pelindo termasuk yang disewa oleh pengusaha dok kapal,” kata Suwandi.

Walikota Tegal Ikmal Jaya, menuturkan permasalahan Pelabuhan Tegal diantaranya kegiatan pelayaran mengalami kendala oleh keterbatasn prasarana dan sarana kepelabuhan, alur pelabuhan yang dangkal. Belum adanya Masterplane dalam pengembangan pelabuhan dan terbatasnya anggaran Pemkot Tegal, karena terlalu besar. Sementara potensi kemaritiman pelabuhan Tegal, diantaranya komiditi dari daerah Hiterland, komoditas ekspor dari Hiterland Tegal di Tanjung Mas bisa dikembangkan ke pelabuhan Tegal. Banyaknya perusahaan galangan kapal atau dok kapal, tempat pelelangan ikan, industri dan kerajinan serta pariwisata. “Jika pelabuhan Tegal menjadi pelabuhan niaga niscaya dunia usaha di Tegal bakal hidup, untuk itu kami minta dukungan dari semua pihak,” ujar walikota.