![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2014 tingkat Kota Tegal, Jawa Tengah oleh KPU setempat di Hotel Bahari Inn, Senin 21 April 2014, diwarnai aksi protes Hendro Sugito, saksi dari Partai Nasdem. Aksi protes dilakukan sehubungan dengan tidak akuratnya jumlah surat suara yang digunakan, dengan yang tercatat oleh PPK di Daerah Pemilihan (Dapil) Tegal Timur.
“Protes saya adalah agar KPU tidak melanjutkan pleno sebelum melakukan penghitungan ulang surat suara di tingkat PPK Tegal Timur, dengan cara membongkar bendel plano yang ada di dalam kotak suara. Karena angka yang tertera dalam berita acara sangat tidak akurat dan hal ini dapat mempengaruhi angka BPP,” kata Hendro.
Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kota Tegal, Agus Wijanarko SH selaku pimpinan Pleno mengakui adanya kesalahan dalam teknis penghitungan di tingkat PPK Tegal Timur. Namun demikian, terhadap hasil hitungan akibat kesalahan teknis itu, secepatnya telah dilakukan revisi oleh pihak PPK setempat.
“Jika kita harus bongkar kembali plano untuk dihitung ulang, mungkin akan butuh waktu yang tidak sebentar. Untuk lebih baiknya, kami floorkan saja, apakah saksi-saksi lain menyetujui usulan dari saksi NasDem, atau acara pleno rekapitulasi ini dilanjutkan,” kata Agus.
Menurut Agus, kesalahan yang dimaksudkan oleh saksi dari Partai NasDem, bisa dicocokan untuk dibetulkan sembari kita melanjutkan acara rekapitulasi penghitungan perolehan suara secara keseluruhan dari masing-masing parpol dan caleg.
Sementara, saksi dari Partai Kebangkitan Bangsa, Herry Budiman, mengusulkan agar acara rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilanjutkan, mengingat kekeliruan angka dalam penghitungan surat suara sudah direvisi oleh PPK yang bekerja sampai pagi.
“Tidak ada alasan untuk membongkar plano guna menghitung kembali surat suara, karena kekeliruan sudah direvisi dan berita acara sudah diralat,” kata Herry.
Mengetahui protesnya tidak ditanggapi positif, dan KPU tetap melanjutkan acara rekapitulasi penghitungan perolehan suara, Hendro Sugito menyampaikan protes yang sama untuk kedua kalinya. Namun protesnya itu tetap tidak mempengaruhi forum peserta pleno. Alhasil, Hendro Sugito menyatakan walk out, keluar dari forum tersebut dengan lebih dulu menulis keberatan saksi pada form model DB-2 yang telah disediakan oleh KPU.
Hingga berita ini diturunkan, acara pleno belum selesai dan dilanjutkan pada pukul 19.30 WIB, dengan agenda penyerahan berita acara.