Caleg Diduga Selewengkan Dana Saksi dan Parpol
-Laporan Takwo Heriyanto
Jumat, 18/04/2014, 02:35:13 WIB

Beberapa kader Partai Demokrat menyegel kantor Partai Demokrat Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terletak di Jalan Komplek Stadion Karangbirahi Brebes (SKB), disegel oleh sejumlah kader partainya sendiri, Kamis 17 Kamis 2014 sore.

Mereka terpaksa menyegel kantor partainya, lantaran dana saksi yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp 100 ribu per TPS, diduga diselewengkan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah, Sukawi Sutarip yang juga sebagai caleg di Dapil Jawa Tengah IX.

Bahkan, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Dedy Yon Supriyono juga diindikasikan ikut terlibat dalam penyelewengan dana saksi yang ada di seluruh Kabupaten Brebes. Hal itu disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Kartoliq.

Menurut Kartoliq, indikasi dana saksi yang diberikan oleh pemerintah diselewengkan karena tidak semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Brebes, yang berjumlah sebanyak 3.047 TPS ada saksinya.

Ia menyebutkan dana saksi yang tidak dicairkan ada sekitar 60 persen, sedangkan yang dicairkan hanya 40 persen. "Itupun dari 40 persen dana saksi yang dicairkan, tidak semua saksi mendapatkan Rp 100 ribu per TPS. Ada saksi yang hanya diberikan Rp 50 ribu per TPS," ujar Khartoliq, usai menyegel Kantor DPC Partai Demokrat bersama sejumlah kader lainnya.

Ia menduga, dana saksi yang diselewengkan itu, digunakan untuk kepentingan Sukawi Sutarip dan Dedy Yon Supriyono dalam pemilu legislatif (pileg) 2014 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Yakni untuk melakukan serangan fajar atau membagi-bagikan uang-uang kepada pemilih (money politik).

"Karena Pak Sukawi juga sebagai calon anggota legilsatif (caleg) DPR RI untuk daerah pemilihan IX Jawa Tengah. Begitu juga dengan Mas Dedy yang nyaleg di DPRD Provinsi Dapil IX Jawa Tengah juga," ungkapnya.

Akibat ulah yang dilakukan kedua caleg dari DPR RI dan Provinsi itu, suara Partai Demokrat di Kabupaten Brebes merosot atau mengalami penurunan dibanding pemilu 2009 lalu. Sebab, tidak semua TPS di Kabupaten Brebes terdapat saksinya.

"Saya yang juga sebagai caleg DPRD Kabupaten Brebes di dapil V, yang meliputi Kecamatan Tanjung, Kersanadan Losari, juga tidak tahu berapa jumlah perolehan suara yang di dapat dari masing-masing TPS yang ada di dapil V," keluhnya.

Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Songgom, Nurkholid mengatakan, terkait dengan dugaan penyelewengan dana parpol yang diberikan oleh Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) melalui APBD Brebes, juga dilakukan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Brebes.

Menurutnya, dana parpol dari Kesbangpol yang diberikan ke partainya sejak 2010 hingga 2014 sekitar Rp 120 juta, laporan pertanggung jawaban yang dibuatnya diduga fiktif. Sebab, sejak 2010 hingga 2014 ini tidak pernah ada kegiatan atau konsolidasi partainya.

"Rencananya, untuk dugaan penyelewengan dana parpol akan segera kami laporkan ke Polres Brebes agar diusut sampai tuntas. Sedangkan untuk dugaan penyelewengan dana saksi akan dilaporkan ke DPP Partai Demokrat," tandasnya.

Bahkan, pihaknya bersama beberapa PAC Partai Demokrat lainnya bersepakat akan melakukan aksi boikot terhadap pelaksanaan pemilihan presiden (pipres) 2014 mendatang, khusunya di Kabupaten Brebes, jika kasus dugaan penyelewengan dana saksi dan parpol ini tidak sampai ditindaklanjuti.

"Meskipun kasus dugaan penyelewengan dana saksi dan parpol ini mengarahnya kepada unsur pidana dan aparat kepolisian yang akan mengusutnya jika terbukti, namun paling tidak DPP Partai Demokrat harus ikut andil dalam kasus ini, karena sudah menyangkut nama besar Partai Demokrat," paparnya.