![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, akan segera menyurati DPC Partai Demokrat setempat terkait penggunaan Stadion Karangbirahi Brebes (SKB) yang digunakan untuk kampanye pemilu terbuka beberapa waktu lalu.
Kabag Aset dan Perlengkapan, Cecep Aji Suganda melalui Kasubag Perencanaan Kebutuhan Aset dan Perlengkapan Daerah Setda Pemkab Brebes, Slamet Gembira mengatakan, pada Senin 21 April 2014 pihaknya akan menyurati DPC Partai Demokrat. Hal itu mengingat, sampai saat ini partai tersebut belum bertanggung jawab atas perjanjian yang telah dibuat untuk memperbaiki kerusakan SKB akibat digunakan kampanye.
"Insya Allah hari Senin nanti, kami selaku pengelola SKB akan menyurati DPC Partai Demokrat untuk meminta pertanggung jawaban atas kerusakan stadion satu-satunya yang ada di Kabupaten Brebes," ujar Slamet Gembira kepada PanturaNews.Com, Selasa 15 April 2014.
Seperti diketahui sebelumnya, Partai Demokrat dinilai ingkar janji terhadap Pemkab Brebes, maupun masyarakat setempat. Hal itu menyusul tanggung jawab untuk membayar ganti rugi atas kerusakan SKB, akibat digunakan kampanye akbar dengan mendatangkan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu hingga kini ganti rugi tak kunjung dibayarkan.
Padahal dalam surat pernyataan yang dibuat dan diajukan oleh DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes yang di tandatangani langsung oleh Ketua DPC Demokrat Brebes, H. Dedy Yon Supriyono SE dan Sekretarisnya, H. Miraj Aminudin serta bermaterai ke Pemkab setempat, menyatakan siap menanggung biaya kerusakan SKB akibat digunakan untuk kampanye akbar.
Slamet mengatakan, kerusakan SKB akibat digunakan kampanye itu cukup parah. Karena itu, pihaknya berharap kepada DPC Partai Demokrat untuk bisa bertanggung jawab seperti yang sudah dibuat dalam surat pernyataan yang diajukan ke Pemkab. Sebab, SKB adalah satu-satunya tempat untuk kegiatan olahraga pada umumnya dan sepakbola khususnya.
"Kalau Pemkab nantinya yang menganggarkan untuk pemeliharaan SKB, kemungkinan tidak bisa karena anggarannya terbatas," tandasnya.