![]() |
|
|
PanturaNews (Tonjong) - Rakim (35) warga Dukuh Kalipucung, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, Selasa 09 Maret 2010, sekitar pukul 21.00 tewas tertabrak Kerata Api (KA) Purwa Jaya. Tepatnya di kilometer 308+5/6, antara Stasiun Bumiayu dengan Stasiun Linggapura.
Informasi yang diperoleh PanturaNews menyebutkan, malam itu entah dari mana Rakim tengah berjalan di tengah rel KA, tiba-tiba dari arah selatan meluncur KA Purwajaya dengan kecepatan cukup tinggi. Rakim berusaha turun dari rel, tapi naas kakinya terpeleset dan terjatuh, ia pun terlindas KA. Saat dievakuasi kepalanya pecah dan jari kaki kanannya hancur akibat terlindas roda besi itu.
Kepala Desa Galuhtimur, HM Yusuf mengatakan, meski telah menetap lama di Galuhtimur korban tidak memiliki anggota keluarga. Korban tinggal di Galuhtimur dan sering dimintai tolong oleh warga untuk bekerja sebagai buruh. "Rakim aslinya dari Paguyangan, tapi sudah lama tinggal di Galuhtimur," katanya.
Ditambahkan, setelah dilakukan identifikasi oleh petugas Polsek Tonjong, Rakim dimakamkan di tempat pemakan umum (TPU) desa setempat, Rabu 10 Maret 2010 pagi. "Korban sudah dimakamkan tadi pagi," ucap Yusuf.
Kepala Kepala Polres Brebes, AKBP Beno Louhenapessy SIK MH melalui Kepala Polsek Tonjong, AKP Dasrun membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari pemeriksaan yang dilakukan petugas dan keterangan dari saksi diantaranya Abdul Malik (30) petugas pengontrol rel KA dan Abdul Hanif warga Galuhtimur, korban tewas karena tertabrak KA Purwajaya. "Rakim murni tewas karena tertabrak kereta saat terpeleset di rel," katanya.
Dijelaskan Kapolsek Tonjong, KA yang melindas Rakim adalah KA Purwajaya dengan nomor loko CC 02169, masinis Widiarto (40) warga Purwokerto. "Akibat kurang kehati-hatian korban saat melintas di rel sehingga korban terpeleset kemudian tertabrak KA," pungkas Dasrun.