![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Sega lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Pantura) Tegal dan sekitarnya. Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori, karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100 persen non-hewani. Antara lain: nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.
Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu ditaburi pula di atasnya, juga toge rebus, serta disiram bumbu kacang di atasnya, dan potongan daun kucai, lalu diberi kecap secukupnya sampai kecoklatan, dan di taburi bawang goreng. Dan sekeping kerupuk aci yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu.
Di Kota Tegal pada tahun 1980-an, nasi lengko yang menjadi buruan pembeli adalah Nasi Lengko Bu Kanyut. Lokasinya berada di depan SMAN 1 Kota Tegal Jalan Kartini atau di depan Kolam Renang Samudra. Warung Bu Kanyut khusus menjual nasi lengko. Sekarang nasi lengko dapat ditemui dimana-mana. Hampir semua warung di seatero Kota Tegal menyediakan nasi lengko.