![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Berbagai kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Komunitas Peduli Brebes (KPB), di Alun-alun Brebes menggelar ritual doa bersama dan aksi keprihatinan sebagai bentuk dukungan atas pemberantasan kasus korupsi di Brebes yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu 07 Maret 2010 sekitar pukul 22.30 WIB.
Dalam ritual tersebut, mereka juga mempersembahkan satu kepala sapi, empat kepala kambing dan 33 kepala ayam yang telah disiapkan untuk dimakan bersama-sama. Namun sebelum dimakan, mereka mengaraknya dengan menyuarakan aksi keprihatinannya. Arak-rakan membawa sejumlah obor mengelilingi Alun-alun Brebes dengan diiringi doa dan Sholawat Nabi meski diguyur rintikan hujan.
Ritual itu diartikan sebagai simbol bahwa selain Bupati Brebes, Indra Kusuma yang telah ditahan KPK di LP Cipinang Jakarta, mereka meminta kepada KPK agar empat pejabat legislatif Brebes, dan 33 pejabat maupun mantan pejabat Brebes yang diduga terlibat dalam kasus tersebut untuk segera ditangani sampai tuntas, sehingga jika terbukti melakukan korupsi harus diseret juga ke LP Cipinang Jakarta.
"Meski KPK berhasil menyeret tersangka Indra Kusuma di LP Cipinang Jakarta karena kasus korupsi mark up tanah, namun kami minta kepada KPK agar segera menyeret juga para koruptor lain yang terlibat dalam kasus tersebut," tegas Mas Hada, salah satu tokoh masyarakat Brebes saat menyuarakan aksi keprihatinannya kepada masyarakat Brebes atas kasus korupsi yang saat ini tengah ditangani KPK.
Ritual doa bersama dan aksi keprihatinan tersebut, ternyata mendapat perhatian banyak warga setempat maupun warga lain yang berada di sekitar Alun-alun Brebes. Bahkan dari pantuan panturanews, nampak beberapa kendaraan, baik roda dua maupun empat yang tengah melintasi Alun-alun dengan spontan langsung berhenti untuk menyaksikannya, sehingga arus lalu lintas jalur Pantura tersendat.