Ngaku Staf Ketua KPK, Teror Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes
TK-Takwo Heriyanto
Jumat, 05/03/2010, 18:44:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda Brebes diteror oleh salah satu oknum yang mengaku sebagai staf KPK, terkait dengan penahanan Bupati Brebes H. Indra Kusuma S.Sos atas kasus dugaan korupsi mark up tanah. Peneror mengaku bernama Edi Silalahi. Aksi teror melalui telepon maupun short message service (SMS) dengan handphone, diterima Rabu 03 Maret 2010 pukul 07.30 WIB ketika sedang upacara apel pagi di halaman kantor Bupati Brebes.

Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes, Endang Setyastuti, SE saat dikonfirmasi, Jumat 05 Maret 2010 siang mengatakan, awalnya oknum yang mengaku sebagai staf ketua KPK itu mendapat nomor handphone miliknya (Endang-Red) dari Bupati Brebes H. Indra Kusuma S.Sos. Dalam perbincangan lewat teleponnya itu, peneror minta agar persannya disampaikan kepada istri Bupati Brebes, Hj. Maryatun Indra Kusuma.

"Kalau Pak Bupati Indra Kusuma ingin bebas dari tahanan LP Cipinang Jakarta, segera istri Pak Bupati untuk menghubungi ketua KPK, Tumpak Panggabean, karena ini penting," kata Endang menirukan permintaan penelepon.

Selain itu, lanjut Endang, oknum tersebut berkali-kali menelpon dan mengancam akan menyeret dirinya ke penjara, jika tidak segera menyampaikan pesan tersebut kepada istri bupati. Oknum yang mengaku bernama Edi Silalahi dari staf ketua KPK itu, juga minta agar tidak menyebarkan nomor handphone yang dipakainya.

Endang menjelaskan, nomor handphone yang digunakan oknum tersebut adalah  081398807516. Sementara, isi SMS yang dikirim oknum tersebut adalah: Bu Endang segera disampaikan kepada Ibu Indra Kusuma agar segera menghubungi ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di nomor 081386777775.

"Terus terang saya jadi kaget mendapat telepon dan SMS dari orang yang ngakunya staf ketua KPK. Karena itu saya segera memberitahukan masalah ini kepada Asisten 1 Setda Brebes, Drs. Supriyono," ungkapnya.