37 SD dan MI Kumpulkan Uang Koin Peduli Penderita Tumor
AZ-Agus Zahid
Jumat, 05/03/2010, 12:34:00 WIB

Ahmad tetap bersemangat sekolah meski selalu menyembunyikan tangan kirinya ketika mengikuti pelajaran. (FT: Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Derita yang dialami Ahmad Arif Setiawan (9), siswa SD Gebangkerep, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mendapat simpati dari sejumlah teman-teman sekolahnya. Teman-teman sekolahnya, mengumpulkan sejumlah uang koin untuk membantu pengobatan anak kelas 1 berusia 9 tahun itu. Tak hanya itu, teman-temanya juga berharap agar Ahmad bisa berobat dan sembuh, sehingga mereka rela menyisihkan uang jajan untuk disumbangkan demi kesembuhan temannya dari penyakit tumor.

"Kasihan Ahmad, menderita penyakit tumor. Padahal dia baik dan pintar. Kami ingin dia tetap sekolah di sini, kami rela mengumpulkan uang untuk dia setiap hari Senin, mudah-mudahan dia bisa sembuh," ujar teman sekolahnya, Tanto (7).

Teman lainnya, Windi, berharap sama dengan Tanto. Dia juga ingin Ahmad bisa sembuh, sehingga bisa bermain bersama teman-teman lainnya. Begitu juga dengan Guru Kelas 1, Endang Puji Rahayu, menilai Ahmad sebagai anak yang baik dan bersemangat sekolah. "Alhamdulillah, Ahmad bisa mengikuti pelajaran sebagaimana siswa yang lain. Hanya, dia tidak bisa mengikuti pelajaran praktik olah raga, karena kalau terjatuh, dia tidak bisa bangkit sendiri," kata Endang.

Simpati dan dukungan untuk kesembuhan Ahmad, datang dari teman-teman dari SD lainnya di wilayah Kecamatan Sragi. Mereka juga menyumbangkan koin untuk pengobatan Ahmad.

Penggalangan bantuan digerakkan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sragi setelah ada rapat lintas sektor wilayah Kecamatan Sragi. Hingga Rabu 03 Maret 2010 kemarin, bantuan yang terkumpul mencapai Rp 4.500.000 yang berasal dari 37 SD dan 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sragi, Dra Dwi Wahyuni MSi, mengimbau pada SD dan MI di wilayahnya untuk menggalang bantuan koin peduli Ahmad rutin seperti di SDN Gebangkerep 1. "Kami berharap, aksi dari para siswa bisa memancing masyarakat lebih luas untuk ikut membantu demi kesembuhan Ahmad," tutur Yuni, sapaan Dwi Wahyuni.

Panitia Koin Peduli Ahmad menerima bantuan warga melalui rekening BRI Unit Sragi Nomor 3695-01-011850-53-9. Sumbangan yang dihimpun akan diberikan pada keluarga Ahmad secara bertahap, hingga Ahmad sembuh. 

Sementara unsur dari Kecamatan Sragi yang diwakili Sekcam Budyanto, UPT Dindik, dan Puskesmas Sragi II, Kades Gebangkerep, Kadus Gebangkerep serta para tetangga menjenguk Ahmad di rumahnya yang sangat sederhana untuk memberikan dukungan kesembuhan. 

Plt Kepala Puskesmas Sragi II, dr H Budi Darmoyo mengutarakan, Ahmad masuk dalam kepesertaan Jamkesmas dan pada tahun 2007, sudah ada penanganan dari Dinas Kesehatan dan dinas terkait, baik secara finansial maupun non finansial. Ahmad sudah pernah dibawa ke RSUD Kraton pada tahun 2007 dan kemudian dirujuk ke RS Kariadi. Pasien sudah pernah dioperasi, namun keluarga tidak bisa membawa kembali ke RS Kariadi karena tidak memiliki biaya untuk hidup selama pasien dirawat. Sebelumnya keluarga Ahmad tinggal di Desa Muncang, Kecamatan Bodeh, Pemalang. "Dengan bantuan dari para siswa dan masyarakat luas, diharapkan Ahmad  mendapatkan penanganan lebih lanjut dari RS Kariadi," tutur dokter Budi.

Dokter Budi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan patologi anatomi, Ahmad didiagnosa hamartoma, yakni semacam tumor, namun tidak ganas.

Diberitakan sebelumnya, derita yang dialami pasangan Sucahyo (38) dan Sumarni (30), warga Desa Gebangkerep RT 2 RW 2, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan sejak melahirkan putra pertamany, sekitar 8 tahun lalu, hingga kini belum berakhir. Betapa tidak, putra pertamanya Ahmad Arif Setiawan (9), yang kini duduk di bangku kelas 1 SD, sejak usia 1 tahun menderita tumor ganas di tangan kirinya.

Keluarga miskin ini tidak mampu membawa anaknya untuk kembali berobat ke Rumah Sakit Kariadi Semarang, lantaran tak memiliki biaya operasional. Meski biaya pengobatan gratis dengan program Jamkesmas, Sucahyo mengharap bantuan dari para dermawan untuk biaya operasional selama mendampingi sang anak di rumah sakit.