![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Inflasi di bulan Desember 2013 diperkirakan akan mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Hal itu dikarenakan besarnya permintaan konsumen memasuki liburan panjang sekolah di hari raya Natal dan tahun baru 2014. Secara umum peningkatan inflasi di bulan Desember berada pada kisaran 0,2% - 0,3% (mtm) meningkat dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,15% (mtm).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Teknis, Dyah Kemala Sintha, SH sesuai hasil rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal, Senin 23 Desember 2013.
Menurut Dyah, rapat TPID Kota Tegal juga menyimpulkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas bahan pokok, antara lain cabe rawit, cabe merah, beras, telur ayam ras, daging ayam ras, emas perhiasan, tarif angkutan, kereta api dan gas elpiji 12 kg. Sementara itu beberapa komoditas juga ada yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah, jagung, buah-buahan, bumbu rempah-rempah, dan gula merah.
Dyah juga menyampaikan, untuk stok beras yang dikuasai Bulog Sub Divre VI Pekalongan per 23 Desember 2013 sejumlah 54.999 ton setara beras, mampu memenuhi kebutuhan operasional hingga bulan Agustus 2014. Sementara pengadaan yang telah dilakukan selama 2013 mencapai 118.210 ton setara beras.
“Dalam tahun 2013, pemerintah sudah 15 kali menyalurkan raskin (beras miskin). Penyaluran terakhir sekitar 3-4 Desember lalu. Untuk menekan kenaikan harga beras, diharapkan kedepannya penyaluran raskin dapat dipercepat mulai pertengahan bulan Januari 2014,” kata Dyah.
Lebih jauh dijelaskan, untuk ketersediaan pasokan bahan pokok di Kota Tegal masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama libur panjang akhir tahun, perayaan natal dan tahun baru 2014. Telah dilakukan pemantauan langsung di Pasar Pagi oleh Wakil Walikota Tegal bersama SKPD terkait untuk meninjau ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok serta perkembangan harga terkini.
“Pemkot Tegal juga sudah menyalurkan Bantuan Masyarakat Miskin (BMM) tahap II pada tanggal 18-19 Desember 2013 kepada 10.343 rumah tangga sasaran dengan nominal masing-masing sebesar Rp. 300.000,- sehingga total anggaran yang direalisasikan sebesar Rp. 3,1 miliar,” ujarnya.
Dyah mengungkapkan, memasuki tahun 2014, kondisi perekonomian diperkirakan akan menghadapi tantangan cukup besar yang berasal dari situasi perekonomian global yang tidak menentu dan merupakan tahun politik terkait dengan pemilu legislatif dan pilpres. Upah Minimum Kota Tegal tahun 2014 telah ditetapkan sebesar Rp. 1.044.000,- per bulan, mengalami kenaikan sebesar 21,4% dari UMK tahun sebelumnya.
Dyah menambahkan, rapat TPID juga menghasilkan rekomendasi setiap kebijakan kenaikan tarif yang dilakukan oleh Pemkot Tegal hendaknya memperhatikan kondisi daya beli masyarakat dan dampak sosial yang ditimbulkannya. “ Kami menghimbau SKPD terkait untuk menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas untuk kelancaran distribusi barang antar daerah,” tegasnya.