![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Pencarian terhadap 18 nelayan asal Tegal yang hilang bersama dengan Kapal Bangkit Jaya I yang tenggelam di sekitar perairan Kalimantan Tengah di hari kedua, dihentikan untuk sementara karena terkendala cuaca. Hal itu disampaikan Perwira Staf Operasi Pangkalan TNI AL Tegal, Kapten Laut (P) Rully Tri Anggoro, Senin 23 Desember 2013.
Menurut Rully, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Lanal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, perihal kabar tenggelam dan hilangnya Kapal Bangkit Jaya I asal Tegal bersama dengan belasan ABK nya. "Lanal Banjarmasin, langsung mengerahkan anggota dari dua pos AL dari Tanjung Kumai dan Kuala Pembuang untuk melakukan pencarian," katanya.
Rully mengatakan, pencarian belasan nelayan yang hilang juga dilakukan oleh anggota SAR, aparat kepolisian terdekat serta puluhan nelayan dari berbagai daerah, termasuk Tegal. Proses pencarian dilakukan sejak Sabtu siang hingga petang dan kemudian pencarian dilanjutkan pada Minggu 22 Desember 2013. Namun, pencarian di hari kedua itu tidak berlangsung maksimal, karena terkendala angin kencang dan ombak tinggi.
"Dari hasil pantauan radio komunikasi, ketinggian ombak di perairan Kalimantan Tengah mencapai sekitar lima meter," katanya.
Rully menambahkan, pada Minggu siang, 12 kapal nelayan yang turut melakukan pencarian terpaksa kembali ke daratan karena kondisi laut dinilai membahayakan. "Hingga Senin siang, Kapal Bangkit Jaya I itu masih terpantau di sekitar 20 mil laut dari daratan Tanjung Puting. Kapal itu tenggelam, hanya bagian anjungannya (kamar nahkoda) yang terlihat dari permukaan laut," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), H Eko Susanto mengatakan, hingga kini belum mengantongi daftar identitas 18 nelayan hilang itu. “Saya baru sampai di bandara (Soekarno-Hatta) untuk menjemput satu-satunya awak kapal yang selamat,” kata Eko saat dihubungi melalui telepon seluler.
Menurut Eko, awal kapal yang selamat yaitu Rasmito alias Tijo, warga Desa Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Untuk kondisi korban yang bertugas sebagai kepala kamar mesin Kapal Bangkit Jaya I itu masih trauma. Saat ombak tinggi menerjang kapal sekitar pukul 04.00, Rasmito masih berjaga di ruang mesin.
"Ia selamat karena melompat ke laut. Sedangkan 17 awak dan satu nahkoda yang masih tidur diduga turut tenggelam bersama kapalnya yang karam," ujarnya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Mahmud Effendi, mengatakan, 18 nelayan yang hilang itu dari Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes, dan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Namun, untuk identitas secara pasti belum ada kejelasan.