Helikopter PMI Bawa Tim Medis ke Wilayah Terisolir
-Laporan SL Gaharu
Sabtu, 21/12/2013, 07:27:30 WIB

Helicopter PMI mendarat di lantai bekas salah satu rumah warga yang rata diterjang topan Haiyan (Foto: Nashir)

PanturaNews (Leyte) - Tim Medis Palang Merah Indonesia (PMI) untuk misi kemanusiaan korban Topan Haiyan di Provinsi Leyte, Filipina, untuk melakukan pelayanan kesehatan di wilayah terisolir menggunakan helikopter (air rescue) bekerjasama dengan Philipiines Red Cross di Abuyog, Kamis dan Jumat 19-20 Desember 2013.

Team leader PMI di Leyte, Arifin MH, menjelaskan bahwa helikopter PMI mengangkut tim medis (dokter dan perawat) beserta obat-obatan untuk kemudian menuju 2 barangay (wilayah pedesaan), yakni Barangay Tib-O dan Barangay Malaguica, Municipal Abuyog, Leyte.

“Barangay tersebut berada di pegunungan yang pohon-pohonnya berterbangan dan hancur akibat bencana angin topan, sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya, Sabtu 21 Desember 2013.

Akses menuju barangay itu bisa ditempuh menggunakan perahu motor, yang tidak setiap hari melakukan perjalanan, karena tergantung cuaca. Warga di ke dua barangay sangat memerlukan perawatan medis dan pengobatan penyakit yang timbul dari dampak bencana.

“Influenza, gangguan pernafasan, karena udara yang panas dan berdebu, mendominasi penyakit yang diderita warga, baik yang sudah lanjut usia, dewasa maupun anak-anak,” ungkap dokter Tim Medis PMI, Yudhanarko.

Sementara Lina D Mandras, Barangay Captain Tib-O, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian Palang Merah Indonesia dalam membantu warga yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan medis.

“Terima kasih PMI yang telah datang ke tempat kami yang masih terisolir. Warga kami sangat membutuhkan pengobatan ini,” ujar wanita yang rumahnya ikut diterjang topan Haiyan.

Tim Medis PMI - PRC hingga saat ini telah memberikan pelayanan kesehatan kepada lebih dari 3.000 orang dalam seminggu terakhir ini. Dan direncanakan akan terus melakukan medical mobile di wilayah yang dapat ditempuh dengan kendaraan darat hingga 25 Desember 2013 mendatang. Sedangkan untuk pelayanan air bersih dilakukan hingga awal januari 2014. (Kiriman M. Nashir Jamaludin – PMI Jawa Tengah)