Mahasiswa Babak-Belur Dihajar Pelaku Perampasan
LULU-Laporan Lurisa Lulu
Sabtu, 21/12/2013, 04:36:25 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Semarang) - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Filemon Jalu Nusantara (22), babak belur dihajar dua orang tidak dikenal, dan sepada motornya dirampas tidak jauh dari kosnya. Korban mendapat banyak jahitan di bagian kepala, dan masih dalam penanganan intensif dî IGD RS Banyumanik Semarang.

Filemon menuturkan, peristiwa terjadi pada Jumat 20 Desember 2013 sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu dia bermaksud pulang dan melintas di Jalan Bukit Diponegoro dekat Perumahan Permata Hijau dengan mengendarai motor. Di lokasi yang gelap itu, Filemon melihat dua orang meminta tolong karena motornya mogok.

"Mereka minta tolong, katanya businya rusak terus minta didorong, dan saya berusaha menolong mereka," ujar Filemon sambil menahan sakit.

Ternyata maksud baik Filemon dimanfaatkan dua orang tidak dikenal itu. Mereka justru mengeluarkan senjata tajam dan menyabetkannya ke korban, kemudian memukul kepala korban. "Tiba-tiba ada yang membawa pisau ukuran besar. Kepala saya dipukul," ujar warga Kesatrian Polantas, Jakarta Selatan itu.

Korban sempat melakukan perlawanan sehingga terjadi baku hantam. Dalam perkelahian itu, korban sudah memojokkan dua pelaku dengan melemparnya ke tebing setinggi tiga meter. "Mereka lebih kecil dari saya. Terus saya lempar ke tebing, saya juga ikut jatuh. Mereka sudah saya cekik, tapi saya tidak tega, saya belum pernah bunuh orang," ujarnya.

Dua pelaku kemudian kabur dan membawa motor Supra X 125 Nopol B 6118 YY milik korban. Korban yang sudah lemas kemudian ditolong oleh warga yang berada di dekat lokasi dan dilarikan ke RS Banyumanik.

Akibat peristiwa yang menimpanya, mahasiswa semester tujuh jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip Semarang itu, menderita luka disekujur tubuh dan wajah. Ia harus menerima delapan jahitan di pelipis kiri, tiga jahitan di pipi kiri, sejumlah jahitan di kepala bagian belakang kiri dan perut kanan.

Saat ini anggota Reskrim Polsek Tembalang, masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dari data yang diperoleh, di lokasi kejadian memang kerap terjadi perampasan, sehingga ketika pelaku pura-pura meminta tolong, tidak ada warga sekitar yang menolong hingga akhirnya korban datang.