Puskesmas Kekurangan Tenaga Farmasi dan Apoteker
AZ-Agus Zahid
Kamis, 04/03/2010, 16:48:00 WIB

Sekda Kabupaten Pekalongan, Susiyanto Msi ketika meresmikan UPT Instalasi Farmasi Dinkes Kabupaten Pekalongan. Sekda terkesan mengolor-ngolor sambutan karena menunggu kehadiran bupati. (FT: Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Tenaga farmasi dan apoteker di Dinas Kesehatan (Dinkes)

Kabupaten Pekalongan, jumlahnya sangat minim. Dari 26 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), hanya memiliki 3 apoteker dan 24 orang farmasi. Jumlah itu juga belum memenuhi kebutuhan pelayanan untuk 50 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di Kabupaten Pekalongan.

"Seharusnya setiap Puskesmas harus ada satu tenaga farmasi maupun apoteker, temasuk di tiap-tiap Pustu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dr Hasyim Purwadi, Kamis 04 Maret 2010 saat peresmian UPT Instalasi Farmasi di Kajen pukul 13.00 WIB.

Dikatakan Hasyim, pihaknya akan menambah pegawai di bidang farmasi dan

apoteker untuk memenuhi kebutuhan di tiap-tiap Puskesmas. Karena Puskesmas juga melayani penyediaan obat untuk kebutuhan masyarakat. "Kita akan menambah pegawai farmasi dan apoteker nanti," lanjut Hasyim.

Peresmian UPT Instalasi Farmasi terpaksa dilakukan oleh Setda Kabupaten Pekalongan Susiyanto Msi. Pasalnya Bupati Pekalongan, Dra Hj Siti Qomariyah sedang rapat dengan Muspida. Usai peresmian, Bupati Pekalongan hadir langsung menandatangani prasasti dan menggunting pita sebagai simbul diresmikanya Kantor UPT Instalasi Farmasi tersebut. "Karena Bupati sedang ada rapat saya diminta membacakan sambutan bupati dan meresmikanya, tapi nanti bupati beserta Muspida akan hadir menandatangani prasasti," kata Susiyanto.

Perlu diketahui, Pembangunan Gedung UPT Instalasi farmasi didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan tahun 2009 senilai Rp 1.180.855.000. Gedung itu untuk menjamin ketersediaanya obat untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan yang didistribusikan melalui Puskesmas.