![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Penebangan pohon di pinggir jalan provinsi oleh Binamarga Provinsi Jawa Tengah, dipertanyakan oleh warga. Pasalnya, pohon-pohon itu selama ini berfungsi sebagai peneduh dan menjaga keasrian serta kelestarian lingkungan.
Bahkan Wakil Ketua DPRD Brebes, H Agus Sutrisno juga mempertanyakan penebangan itu. "Apa maksud penebangan pohon itu, selama ini berfungsi sebagai peneduh dan manambah keasrian lingkungan," katanya saat melihat penebangan di kawasan Lapangan Asri depan Kantor Kecamatan Bumiayu, Selasa 19 November 2013.
Menurutnya, sekarang ini digalakkan penghijauan untuk pelestarian lingkungan, tapi pohon yang ada justru dilakukan penebangan tanpa tujuan yang jelas atau sekedar untuk dilelang. Penebangan pohon dapat dilakukan jika untuk proyek pelebaran jalan.
"Tanpa ada tujuan yang jelas seperti pelebaran jalan semestinya tidak perlu ada penebangan, atau cukup dengan pengeprasan saja," ujar Agus.
Dikatakan, jika ada penebangan mestinya dibarengi pula program penanaman agar fungsi peneduh dan menajaga kelestarian lingkungan tetap terjaga. "Harus ada penanaman sebelum dilakukan penebangan agar kelestarian lingkungan terjaga," ucap Agus.
Sementara, salah satu warga pemilik kios di komplek Lapangan Asri Bumiayu, Aksan (40) mengatakan, penebangan pohon akan menjadi makin terasa panas di siang hari. Selain itu, dikawatirkan juga akan menimbulkan banjir saat turun hujan dan aliran air juga dapat mengakibatkan terkikisnya bahu jalan.
"Bahu jalan bisa gigis dan longsor kalau tidak ada pohon penahan saat turun hujan," ucapnya.
Sementara itu menurut Pengamat Jalan Provinsi Ruas Bumiayu-Sirampog, Rohadi mengatakan, penebangan pohon di pinggir jalan provinsi merupakan program dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. Penebangan pohon dilakukan pada pohon-pohon yang membahayakan pengguna jalan dan pohon tua yang dapat roboh.
"Ini program dari Bina Marga Provinsi, penebangan pohon tua dan yang membahayakan pengguna jalan," katanya.
Program penebangan pohon itu dilakukan di semua ruas jalan provinsi, seperti ruas Bumiayu-Sirampog dan juga ruas Bumiayu-Salem. Untuk ruas Bumiayu-Sirampog ada 94 pohon yang ditebang. Penebangan dilakukan oleh pihak kedua setelah melalui proses lelang.
"Nanti setelah penebangan juga akan dilakukan program penanaman pohon di pinggir jalan," pungkas Rohadi.