Saling Ejek di Facebook, Siswa Antar SMK Bersitegang
JOHA-Laporan Johari
Rabu, 30/10/2013, 07:43:19 WIB

Beberapa siswa didampingi guru dan orang tua berdamai di Kantor Polsek (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Gara-gara ejek-ejekan di Facebook (FB), siswa SMK di Kota Tegal, Jawa Tangah, nyaris tawuran. Beruntung, sebelum terjadi tawuaran, beberapa siswa yang diduga biang keroknya berhasil diamankan Satpam sekolah, kemudian diserahkan ke Polsek Tegal Selatan, Senin 28 Oktober 2013.

Informasi yang dihimpun PanturaNews, Kamil (16) siswa SMK DWP semula ejek-ejekan dan saling menantang di jejaring sosial FB dengan Farhan (16) siswa SMK Dinamika. Layaknya seorang jagoan, Kamil mendatangi Farhan di sekolahnya.

Namun di tengah jalan, Kamil bertemu dengan Arif Bahrul, siswa SMK Muhamadiyah. Mengendari sepeda motor Vario, Kamil dan Arif berboncengan, namun Arif tidak tahu hendak dibawa kemana oleh Kamil. Tiba di lokasi yang dijanjikan, ternyata Kamil tidak menemukan Farhan.

Apes bagi Ade Hilman, siswa SMK Dinamika yang baru keluar warung hendak masuk sekolah, berpapasan dengan Kamil. Ia ditendang dadanya oleh Kamil menggunakan kaki kiri. Tak pelak, Ade Hilman terjatuh. Bahkan Kamil karena kurang keseimbangan, akhirnya sepeda motornya terjungkal. Beruntung, sebelum menjadi bulan-bulanan warga setempat, Kamil dan Arif Bahrul diamankan oleh Satpam SMK Dinamika, sehingga ia lolos dari amuk massa siswa SMK Dinamika dan warga sekitar. Tak lama kemudian, petugas patroli Polsek Tegal Selatan, membawa Kamil dan Arif untuk diamankan di Mapolsek.

Kapolsek Tegal Selatan, Kompol Anggiat Siringoringo, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, petugas berterima kasih kepada Satpam SMK Dinamika yang langsung mengamankan pelaku. Pasalnya, jika tidak diamankan kedua siswa itu bisa babak belur diamuk siswa lainnya.

“Menunggu kedatangan pihak sekolah dan kedua orang tua, kedua siswa tersebut kami amankan di ruang tahanan selama satu malam untuk shokterapi,” kata Siringoringo.

Lebih lanjut kata Kapolsek, keesokan harinya, Selasa 29 oktober 2013, di dampingi  orang tua, wali kelas dan guru BP, dilakukan perdamaian. Kemudian, pelaku dan korban membuat surat pernyataan saling memaafkan dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Kalau siswa SMK Muhamadiyah itu hanya sebagai saksi, karena ia tidak tahu persoalannaya, hanya diboncengi motor, pelakunya Kamil sedangkan korbannya Ade Hilman. Kami minta kepada orang tua dan guru untuk dilakakukan pembinaan dan pengawasan yang ketat. Kebetulan lukanya juga hanya memar saja,” ujar Siringoringo.