![]() |
|
|
PanturaNews (Pekalongan) - Ribuan warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah sangat antusias menonton jalannya kirab 'Gia Ang' Cap Go Meh Imlek 2561 yang digelar Klenteng Po An Thian Jalan Blimbing Nomor 3-5-7 Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Sabtu 27 Februari 2010.
Kirab dimulai pukul 13.00 WIB dari Klenteng Po An Thian melintasi jalan-jalan utama seperti Jalan Rambutan, Mangga, Jeruk, Sultan Agung, Salak, Manggis, Imam Bonjol, Pemuda, Hayam Wuruk, Hasanudin dan memutar ke Jalan Hasanudin lalu kembali ke klenteng.
Ketua Yayasan Klenteng Po An Thian Kota Pekalongan, Heru Wibawanto Nugroho menjelaskan, pada kirab kali ini diikuti sekitar 1000 peserta dan 8 dewa diantaranya, Lio Cia bio, Lak Kwa Ya, Tjay Sim Ya, Tek Hay Cin Jin dan Sin Long Tay Tie dikirab keliling kota. Tidak seperti tahun sebelumnya, kirab dilaksanakan dibawah guyuran hujan deras. Tahun ini cuaca terang benderang, kirab berjalan lancar. tidak menghalangi para umat dan simpatisan untuk memeriahkan kirab tersebut.
“Anak-anak dan remaja pun tidak kalah bersemangat untuk ikut memukul tambur dan memikul tandu (kio) para kongco dan makco yang kali ini berjumlah cukup banyak, antara lain kongco Lie Lo Cia, kongco Kwan Sing Tee Kun, makco Thian Siang Sing Bo, kongco Hian Thian Siang Tee, makco Kwan She Im Po Sat, kongco Tek Hay Cin Jin, kongco Hauw Ciang Kun, kongco Hok Tek Ceng Sin dan kongco Sin Long Tay Tee,” tutur Heru.
Menurut Heru, jauh sebelum gelar kirab tersebut pihaknya atas nama yayasan sudah melakukan benah diri dengan melakukan kebersihan bagian luar dan dalam Klenteng. Khusus untuk membersihkan dalam klenteng diselenggarakan dalam upacara khusus. "Untuk upacara bersih-bersih Klenteng (kiem sien kongco), diselenggarakan pada Senin 8 Februari lalu" terang Heru.
Heru menjelaskan, Po An Thian adalah tempat ibadah (klenteng) yang bersifat umum bukan milik perseorangan yang didirikan pada tahun 1882. Menurut catatan, hari ulang tahun klenteng ini jatuh pada tanggal 15 bulan 5 Imlek. Nama Po An Thian (Hokkian) atau Bo An Dian (Mandarin) secara harfiah berarti 'istana mustika keselamatan' dan bila dijabarkan akan mengandung makna tempat ibadah yang memberikan perlindungan dan keselamatan bagi umatnya.
“Dewa tuan rumah klenteng Po An Thian adalah Sin Long Tay/Shen Nong Dadi, yang merupakan kaisar kedua dalam periode San Huang (2852 SM-2737 SM). Selain dewa tuan rumah terdapat juga dewa Utama, yakni Tek Hay Cin Jin/Ze Hai Zhen Ren yang dipercaya sebagai sahabat karib Bupati pertama Kota pekalongan Tan Kwie Djan,” ujarnya.
Sementara itu, Sobari (52) warga Jalan Sulawesi Kota Pekalongan Gg 1 B yang turut memikul tandu salah satu kongco, bahwa kegiatan kirab tersebut merupakan rutinitas agenda Klenteng Po An Thian. Alasan dirinya ikut memikul, hanya karena ingin ikut berpartisipasi sesama umat manusia.
“Saya hanya ingin ikut senang saja, sebab nggak ada salahnya kan jika saya yang bukan warga Tionghoa ikut serta memikul tandu kongco, dan itu tidak dipungut bayaran atau dibayar. Pokoknya ingin ikut senang saja, begitu,” kata Sobari.