Depresi Berat, Kisno Gantung Diri di Hutan Pinus
AB-Abu Alliya
Kamis, 25/02/2010, 16:44:00 WIB

Jazad Kisno yang diduga tewas gantung diri diperiksa petugas (FT: Abu Aliya)

PanturaNews (Paguyangan) - Kisno (27) alias Tutur warga Dukuh Tretepan RT 01 RW 02 Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 25 Februari 2010 sekitar pukul 10.00, ditemukan tewas tergantung dengan tali rafia di pohon pinus yang ada di kawasan hutan RPH Kretek. Lelaki dengan satu anak yang dua kali menikah itu, diduga mengalami depresi berat dan akhirnya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Korban pertama kali ditemukan oleh Raswad (45) warga setempat yang tengah mengangkut kol hasil panennya dari sawah. Saat itu Raswad kaget melihat tubuh korban tergantung kaku di pohon pinus. Lalu dia langsung memberitahukan pada warga lainnya, kemudian melaporkan ke perangkat desa. Setelah dicek ternyata benar, sehingga langsung dilaporkan ke Polsek Paguyangan. Tak lama petugas dari Polsek Paguyangan datang dan langsung melakukan evakuasi.

Kepala Desa Pandasari, Kamdo mengatakan sebelum ditemukan meninggal, Kisno yang bekerja sebagai buruh tani itu diduga mengalami depresi akibat persoalan ekonomi. Korban juga sering pergi meninggalkan rumahnya dengan jalan kaki. "Terakhir korban pergi jalan kaki sampai ke Tegal," katanya.

Kisno juga telah dua kali menikah. Dari isteri pertamanya dikaruniai seorang anak. Sementara dengan isteri keduanya warga Desa Kretek, Paguyangan itu belum memiliki anak. "Kisno asli dari Pandansari, tapi kemudian menikah dengan warga Kretek," ujar Kamdo.

Kepala Polres Brebes, AKBP Benno Louhenapessy SIK MH melalui Kepala Polsek Paguyangan, AKP Sukoyo membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari pemeriksaan yang dilakukan petugas dibantu petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. "Dari pemeriksaan, korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali rafia yang diikatkan di pohon pinus," katanya.

Menurut Sukoyo, ditemukan cairan sperma yang keluar dari alat vital korban, lidah korban juga menjulur saat dievakuasi. "Dugaan kami korban tewas murni karena bunuh diri, tali rafia yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya juga telah kami amankan sebagai barang bukti," tuturnya.