![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Harga gas elpiji isi ulang 3 kilogram di sejumlah pedagang eceran di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami kenaikan. Meski kenaikan itu belum terlalu signifikan, masyarakat sudah mulai resah. Pasalnya, kenaikan harga gas ini diikuti dengan kelangkaan.
“Sudah hampir dua bulan ini harga gas 3 kg naik hingga Rp 2 ribu. Kenaikan dipicu karena pasokan dari pangkalan yang mengalami penyusutan,” ujar Rudiantoro, seorang pengecer di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Rabu 29 Mei 2013.
Ia menjelaskan, elpiji kemasan 3 kilogram yang awalnya seharga Rp 14 ribu kini naik menjadi Rp 17 ribu. Pihaknya mengatakan, kurangnya pasokan gas yang diberikan kepada pengecer sehingga harga juga naik.
Kasubag SDA dan Energi, Bagian Perekonomian Setda Brebes, Drs Ratim mengatakan, kelangkaan elpiji diikuti dengan kenaikan harga akibat hukum pasar.
"Sebab, permintaan tinggi sementara pasokan tabung tidak menutup kebutuhan akhirnya harga naik. Saat ini ditingkat konsumen harga elpiji 3 kg mencapai kisaran di atas Rp 17 ribu per tabung,” kata Ratim.
Menurutnya, hal itu diluar kewajaran. Namun, pihaknya akan segera mengundang para agen distributor di Brebes terkait penegasan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Penyaluran elpiji bersubsidi tabung 3 kg tersebut. Bahkan, ia sudah membuat surat edaran terkait hal tersebut.
“Kami minta para agen konsisten dan mematuhi aturan distribusi tabung elpiji 3 kg sebagai barang bersubsidi dan selalu berkoordinasi dengan PT Pertamina serta Pemda. Mereka harus mentaati HET sesuai aturan yang ada,” tuturnya.
Sesuai edaran Mendagri dan peraturan bersama Mendagri dan Menteri ESDM, HET dititik serah agen ke pangkalan atau sub penyalur Rp 12.750 per tabung. Penyalur kepada konsumen Rp 14.000 hingga Rp 14.500 per tabung, berdasar wilayah jangkauan.
Terpisah, Manajer Media Humas PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengaku, terkait kelangkaan elpihi 3 kg di Brebes pihaknya sudah menambah pasokan hingga 100 persen dari kebutuhan normal. Pasokan tambahan tersebut juga sudah disalurkan sejak seminggu yang lalu.
“Kami sudah menyalurkan tambahan pasokan diatas melebihi quota yang ada. Pokoknya begitu ada permintaan tambahan kami segera memenuhinya,” tandasnya.