![]() |
|
|
Baru saja kita melepas sebuah ritual demokrasi di Jawa Tengah. Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah berjalan lancar sesuai dengan harapan semua pihak. Walau jumlah partisipasi pemilih tidak begitu jauh dari Pilkada Jateng yang digelar tahun 2008 akan tetapi telah terjadi kenaikan yang signifikan pada partisipasi pemilih. Kali ini terjadi kenaikan jumlah pemilih sekitar kurang lebih 60 persen, hal itu menunjukkan gejala deparpolisasi tidak begitu menggejala dikawasan Jawa Tengah.
Menurut hasil Quick Qount Tim Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC), pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo - Heru Sudjatmoko bakal menjadi pemenang Pilkada Jateng 2013 dengan perolehan suara sebesar 51,5 persen, diikuti oleh pasangan Bibit Waluyo – Sudijono sebesar 30,9 persen dan posisi terakhir pasangan Hadi Prabowo - Don Murdono dengan perolehan 17, 6 persen.
Sebelumnya BERC telah merilis hasil survei yang menempatkan pasangan Ganjar Pranowo – Heru Sudjatmoko sebagai pemenang Pilkada Jateng dengan perolehan suara 33,2 persen. Ini menjadikan BERC merupakan satu-satunya lembaga survei yang memprediksi Ganjar – Heru dapat unggul di Pilkada Jateng kali ini, padahal lembaga survei lainnya pesimis melihat pasangan Ganjar -Heru.
Sejak awal BERC sudah menduga pasangan Ganjar- Heru dapat memenangi prosesi pesta demokrasi ini, karena Jawa Tengah adalah basis terkuat PDIP dan juga kebetulan para pesaing PDIP sedang mengalami banyak persoalan kasus korupsi politik. Semisalnya pasangan Hadi Prabowo – Don Murdono yang diusung kebanyakan partai Islam kurang diminati oleh para pemilih di Jawa Tengah, akibat adanya persoalan yang sedang melilit PKS.
Banyak responden yang ketika ditanya oleh tim BERC menilai PKS adalah partai yang sangat bermasalah sehingga mereka urung untuk memilih HP- Don dan beralih ke pasangan Ganjar- Heru, ditambah lagi dengan pernyataan beberapa petinggi PKS seperti Fahri Hamzah yang tidak mau mengakui kesalahan yang dialami elit PKS, menjadikan masyarakat Jateng enggan untuk mendukung pasangan HP-Don.
Ketika survei digelar, BERC mendapati HP-Don meraih 29, 6 persen suara akan tetapi ketika pilkada berlangsung basis-basis partai Islam dan PKS mengalami kekalahan. Ini sangat diluar dugaan, apalagi daerah yang berbasi kampus juga pasangan HP-Don mengalami kekalahan, padahal daerah kampus merupakan basis kekuatan PKS. Ini menunjukkan kasus yang melilit PKS mempunyai dampak yang sangat signifikan.
“Ini pelajaran bagi PKS untuk dapat hati-hati memberikan statemen pada masyarakat umum karena sangat berpengaruh terhadap kepercayaan rakyat terhadap PKS itu sendiri. Bisa-bisa sikap-sikap elit PKS yang tidak mau mengakui kesalahan akan membuat gejala deparpolisasi atau sentimen anti partai politik dikalangan pemilih swing voter dan akan berpengaruh pada perolehan kursi legislative”.
Untuk Pasangan nomor urut 2 yaitu Bibit Waluyo - Sudijoni Sastroatmodjo menurunnya elektablitas lebih dikarenakan karena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya selama ini dan juga kurang didukung oleh mesin partai yang baik. Padahal beberapa survei ternama dinegeri ini memprediksi Bibit - Sudijono akan dapat memenangi pilkada Jateng 2013. Pasangan Bibit - Sudijono juga tidak didukung oleh mesin kader yang militan seperti yang terjadi di PDI-Perjuangan. Bibit pun tidak mampu menampilkan sesuatu yang baru dalam kampanyenya saat ini sehingga pemilih merasa enggan untuk memilih kembali Bibit.
Salut untuk PDI Perjuangan, karena dapat mempertahankan daerah kekuasannya. Ini juga tidak terlepas dari kepintaran tim sukses PDI Perjuangan yang memanfaatkan kondisi saat ini. Kemenangan PDI Perjuangan sendiri seperti ulasan BERC sebelumnya juga dipengaruhi oleh Jokowi Effect seperti di daerah Solo Raya pasangan yang diusung PDI Perjuangan bisa menang telak. Isu perpecahan dukungan dari gerakan Rustriningsih ternyata tidak begitu berpengaruh pada elektabilitas Ganjar- Heru, terbukti di daerah Kebumen Ganjar -Heru bisa menang telak, padahal daerah Kebumen adalah basis pendukung terkuat Rustriningsih.
BERC sangat berharap pemenang Pilkada Jateng yaitu Ganjar- Heru dapat konsisten menjalankan amanah yang ada. Jangan lupa memenui janji-janji politik yang telah diutarakan disaat kampanye. BERC juga berterimakasih kepada warga Jateng yang telah berpartisipasi pada survei BERC beberapa waktu lalu, sekali lagi hasil survei BERC merupakan satu-satunya yang memprediksi Ganjar Heru bakal memenangi Pilkada Jateng
(Bambang Arianto adalah Direktur Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC), tinggal di Sembung Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)