![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Warga nelayan di Desa Kluwut dan Desa Pulolampes, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapat bantuan masing-masing satu unit alat desalinasi air tenaga matahari, yakni alat untuk mengolah air laut menjadi air minum.
Bantuan diberikan Kader PDI Perjuangan, Muhammad Yamin, SH bekerja sama dengan DR. Tjukup Marnoto, di Desa Kluwut dan Pulolampes didampingi anggota DPRD Jawa Tengah, Sare’i dan mantan Menteri Kelautan, Rohmin Dahuri yang juga Ketua Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (Ganti), Sabtu 18 Mei 2013 sore.
“Bantuan alat pengolah air laut ini juga kami dedikasikan untuk pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar-Heru. Karena itu jika Ganjar-Heru menang, diharapkan akan lebih memperhatikan masyarakat nelayan,” tutur Muhammad Yamin yang saat ini duduk sebagai Staf Ahli Ketua MPR-RI.
Dikatakan politisi PDI Perjuangan yang dalam daftar caleh di Dapil Jawa Tengah 9 berada di nomor urut 3 ini, bahwa tehnologi destilasi air tenaga matahari sederhana, bisa menjadi alternative mengatasi kekurangan air di masyaraaakat nelayan.
“Tehnologi destilasi air tenaga matahari ini, diharapkan dapat membantu mengurangi masalah kekurangan air bersih untuk konsumsi, khususnya air payau dan air laut atau air yang sulit dijernihkan. Sebagai hasil sampingan, alat ini juga menghasilkan garam,” jelas Muhammad Yamin.
Sementara DR. Tjukup Marnoto menjelaskan, bahwa Tehnologi destilasi air tenaga matahari sederhana, dibuat dengan penyerap panas plat hitam dalam system rumah kaca. Pancaran sinar matahari yang menembus kaca, mengenai air dan plat hitam sehingga akan dirubah menjadi panas. Dari kaca yang dipasang dengan kemiringan tertentu, akan mengalirkan air menuju penampung yang dibuat dari alumunium.
“Alat sederhana dengan ukuran dua kali satu meter ini, bisa menghasilkan air bersih siap konsumsi sebahanyak 15 liter perhari. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi satu keluarga,” ujar Doktor Renewable Energi ini.
Untuk selanjutnya Tehnologi Destilasi air tenaga matahari sederhana ini, akan dikembangkan Muhammad Yamin, SH dan DR. Tjukup Marnoto di beberapa desa di wilayah pantura Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal.