![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD HNSI) Jawa Tengah, Ali Mulyono, menegaskan hingga saat ini nelayan masih kesulitan mengurus pembuatan dokumen perijinan kapal yang harus melalui banyak instansi. Hendaknya, Pemerintah Daerah maupun Pusat harus dapat menyederhanakan proses pembuatan dokumen perijinan kapal bagi nelayan.
“Setiap kali melaut nelayan harus memiliki 27 dokumen perijinan. Jika salah satunya kurang, maka saat razia dipastikan langsung ditangkap. Padahal dokumen perijinan kapal dikeluarkan oleh banyak instansi, dengan masa berlaku berbeda-beda. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah bisa membuat pelayanan perijinan seperti halnya kantor Samsat. Sehingga, pembuatan dokumen perijinan kapal lebih sederhana,” kata Ali, Senin 6 Mei 2013.
Menurut Ali, kondisi usaha Perikanan Tangkap di Jawa Tengah adalah usaha penangkapan skala kecil, dengan konsentrasi lebih banyak di Pantai Utara (Pantura). Kawasan pantura seluas 10.087,47 Km2 dipadati 16.439 unit kapal Motor Tempel (MT) berukuran dibawah 5 Gross Ton (GT) dan jumlah nelayan mencapai 134.647 orang.
Sementara Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan Perikanan Jawa Tengah, Fendiawan mengatakan potensi perikanan Jawa Tengah cukup tinggi. Pada tahun 2012 , produksi ikan mencapai 535.093,40 Ton. Dari jumlah tersebut, ekspor produk perikanan mencapai 23.791 ton dengan nilai 78,7 Juta US Dollar.
Potensi ini juga didukung dengan jumlah Unit Pengolah Ikan (UPI) berorientasi ekspor 22 unit, 8.854 unit Usaha Pengolahan dan 55.139 unit Usaha Pemasaran Hasil Perikanan pada tahun 2012. Selain itu, wilayah Jawa Tengah menurut Fendiawa memilik 77 unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI), 9 Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), dan 24 Koperasi Perikanan.
Fendiawan menegaskan, untuk meningkatkan produksi perikanan, Pemerintah Propinsi Jawa Tengah kedepan akan memfokuskan pembangunan sarana prasaran 9 PPP, Restrukturisasi dan Modernisasi Armada Perikanan, Optimalisasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, pengadaan Cold Box bagi Nelayan dan pengembangan Perikanan Umum Daratan (PUD).