![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Harga gabah kering giling di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih dibawah Harga Pokok Penjualan (HPP) Pemerintah, yakni Rp 4200 per kilogram. Sementara, harga gabah di tingkat petani sendiri, saat ini mengalami penurunan dan hanya ditawar tengkulak rata-rata Rp 35-38 ribu per kwintal tergantung kualitas. Penurunan harga gabah giling ini, diduga akibat tidak diimbangi dengan penyerapan produksi gabah ke Bulog.
Anggota DPR RI Bidang Pertanian, Zainut Tauhid Saadi mengatakan, Bulog mestinya bisa menyerap gabah kering giling petani kalau tidak akan mempengaruhi harga jual bagi petani sendiri.
"Saya akan mengevaluasi masalah ini. Penyerapan Bulog ini akan menjadi koreksi kami seiring dengan kebijakan importasi beras pemerintah. Kami juga tidak setuju dengan kebijakan importasi beras ke Myanmar hingga 500 ribu perton dengan pupuk kita, karena efeknya akan merugikan petani dalam negeri," ujar politisi PPP dari Dapil IX Jateng saat berkunjung ke Brebes, Senin 6 Mei 2013 sore.
Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Juwari mengatakan, menurunnya harga gabah jelas membuat keuntungan petani menjadi semakin berkurang. Pihaknya berharap agar petani tidak terburu-buru melepas gabahnya, sembari menunggu harga membaik.
"Sebetulnya KUD juga membeli dengan harga layak, tapi kan terbatas pada anggota saja. Untuk itu, harapan kami Bulog bisa menyerap produksi gabah, bisa melalui Gapoktan. Dulu memang Dinas sudah mau memfasilitasi pertemuan dengan Bulog, tapi belum kesampaian," tandas Juwari.