![]() |
|
|
PanturaNews (Jakarta) - Jika para pemilih muda mendapatkan pendidikan politik yang benar dan cukup, maka kematangan proses demokrasi ke depan dapat kita andalkan. Tujuan-tujuan bernegara dapat diwujudkan, jika generasi mudanya memahami bagaimana sebenarnya negara dan bangsa ini harus dijalankan.
Demikian dikatakan Anggota Komisi 7 DPR RI, DR. Dewi Aryani, M.Si di sela acara Rock The Vote Indonesia, Minggu 7 April 2013. Acara di prakarsai oleh CEPP (Center for Election and Political Party) Universitas Indonesia (UI).
“Salah satunya adalah para pemilih muda terlibat secara sadar, dan percaya diri melaksanakan hak politiknya dengan hadir sebagai pemilih di TPS pada setiap tahapan pemilu," ujar Dewi Aryani yang mewakili PDI Perjuangan.
Menurutnya, Pemilih Muda pada Pemilu 2014 diperkirakan berjumlah sekitar 53 juta, dengan varian usia antara 17 sampai dengan 29 tahun. Rock The Vote Indonesia dihadiri ratusan siswa, mahasiswa dari beberapa universitas, para tokoh partai politik, KPU, Panwaslu dan berbagai elemen lainnya.
"PDI Perjuangan mendukung sepenuhnya terhadap upaya pendidikan politik bagi Pemilih Muda. Pemilih muda adalah harapan masa depan bangsa,” ujar Pengurus Bidang Perempuan DPP PDI Perjuangan ini.
Kesadaran bahwa peran pemilih muda dalam politik itu penting, kata Dewi, menjadi tanggung jawab berbagai pihak yang terkait. Pendidikan politik sejak muda menjadi suatu keharusan.
“Kami sebagai bagian dari partai politik juga sangat concern dengan hal ini, karena ini merupakan bagian dari proses kaderisasi pemimpin-pemimpin bangsa ke depan. Jika pemilih muda paham tentang peran pentingnya, maka demokrasi kita ke depan dapat bangkit dan memperkecil golput dalam pemilu yang akan datang. Keberlangsungan politik di Indonesia sangat ditentukan oleh para Pemilih Muda," tandas Dewi yang juga Duta UI untuk Reformasi Birokrasi, dan aktif sebagai Ketua DPP ISNU (Ikatan Sarjana NU).