Perlu Perhatian Serius, Sejumlah Titik Rawan Banjir
-Laporan Riyanto Jayeng
Selasa, 19/03/2013, 09:01:00 WIB

Walikota Tegal, H Ikmal Jaya didamping Kepala DPU meninjau lokasi yang akan dibuat kolam retensi (Foto: Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah titik rawan banjir yang melanda tiga wilayah kelurahan di Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, di ketiga kelurahan yaitu Kelurahan Kraton, Tegalsari dan Muarareja itu, kerap mengalami banjir atau genangan air yang cukup lama surut saat musim penghujan. Akibatnya, berbagai ancaman penyakit dan kerusakan lingkungan kerap terjadi di wilayah tersebut.

Anggota DPRD Kota Tegal dari Farksi PDI Perjuangan, Kusnendro, ST mengatakan, Pemkot Tegal harus fokus terhadap penanganan banjir yang melanda kawasan pemukiman penduduk di wilayah Kelurahan Kraton, Tegalsari dan Muarareja.

“Ketiga wilayah kelurahan itu memang kerap dilanda banjir, selain saluran air banyak yang rusak, juga disebabkan oleh hujan dan meluapnya sungai-sungai kecil di sekitarnya. Pemkot harus segera atasi titik rawan banjir itu,” kata Kusnendro, Selasa 19 Maret 2013.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono mengatakan, penanganan titik rawan banjir di wilayah kecamatan Tegal Barat yang meliputi kawasan Kelurahan Kraton, Tegalsari dan Muarareja itu sudah terjadwal dalam kebijakan pembangunan tahun anggaran 2013.

“Dalam tahun ini kami fokuskan penanganan kawasan banjir di Kecamatan Tegal Barat,” kata Gito.

Menurut Gito, Pemkot Tegal di dalam APBD 2013 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 Milyar untuk penanganan banjir, dengan cara membuatkan kolam retensi sebagai penampungan luapan banjir di kawasan pemukiman.

Sementara, dalam tinjauan lokasi rawan banjir, Selasa siang, Walikota Tegal, H Ikmal Jaya, SE,Ak yang didampingi Kepala DPU mengatakan, kolam retensi yang akan diproyeksikan oleh Pemkot Tegal memiliki luas 1 hektar, berada di tanah milik Pemkot Tegal wilayah Kelurahan Muarareja. Kolam akan dibangun setelah bulan April 2013, sebab di bulan April 2013 baru dilakukan lelang pekerjaan oleh DPU Kota Tegal.

Ikmal menegaskan Kolam Retensi ini bertujuan mengatasi banjir yang terjadi di wilayah kelurahan Kraton, Tegalsari dan Muarareja. Apalagi, kapasitas Kolam kurang lebih mencapai 30.000 m3.Dalam tinjauan tersebut, Ikmal juga menyampaikan selain membuat Kolam Retensi, Pemkot Tegal juga membuat Tempat Pemakaman Umum (TPU). Lahan yang digunakan disamping Kolam Retensi, seluas 6.500 m2.

“Khusus untuk pembuatan TPU, Pemkot Tegal tidak melakukan kegiatan pengurugan, sebab tanah yang digunakan berasal dari pengerukan kolam retensi,” tegas Ikmal.