Karya Harapan Buka Sub Unit di Tiap PAC Gerindra
JGH-Laporan Riyanto Jayeng & SL Gaharu
Senin, 18/03/2013, 10:50:04 WIB

Mardi Widodo (paling kiri) berbincang soal koperasi usai RAT Koperasi Karya Harapan (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Pemalang) - Koperasi Pedagang Karya Harapan (KH) dalam waktu dekat akan membentuk kepengurusan koperasi setingkat sub unit di tiap kepengurusan tingkat kecamatan (PAC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) se-Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Pernyataan itu disampaikan oleh pengawas lapangan atau staff wilayah Koperasi Karya Harapan, Lutfi Adam, di sela-sela acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Karya Harapan, Minggu 17 Maret 2013 di aula Kantor Kebudayaan dan Pariwisata, kawasan Pantai Widuri Kabupaten Pemalang.

Menurut Adam, pembentukan sub unit di tiap PAC Partai Gerindra itu merupakan implementasi dari program kerakyatan yang diusung oleh Partai Gerindra  melalui peran serta anggota kehormatan Koperasi Karya Harapan, Mardi Widodo, yang dikabarkan akan maju dalam pencalonan anggota DPR-RI melalui daerah pemilihan X yang meliputi Kota/Kab Pekalongan, Kab Batang dan Kab Pemalang).

“Nantinya, kami akan bentuk sub unit koperasi Karya Harapan di seluruh PAC Partai Gerindra se-Kabupaten Pemalang. Seluruhnya ada 14 PAC yang membawahi 222 ranting. Kami siapkan 5 personil khusus di tiap PAC untuk menangani perkoperasian, khususnya pengelolaan dana simpan pinjam yang diperuntukan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah di kalangan kepengurusan ranting (setingkat desa) yang membutuhkan pinjaman modal untuk usaha dengan system kredit tanpa agunan. Tiap-tiap sub unit akan diberikan modal minimal Rp 20 juta,” kata Adam. 

Lebih jauh Adam mengemukakan, keberadaan Koperasi Karya Harapan sangat membantu masyarakat kecil, khsusunya bagi yang membutuhkan permodalan untuk mengelola maupun membuka usaha kecil menengah. Koperasi yang berdiri sejak Tahun 1998 itu kini telah memiliki 15 unit koperasi yang tersebar dari Kabupaten Batang sampai Kabupaten Pemalang.

“Seluruh anggota dan pengawas koperasi Karya Harapan diback-up oleh asuransi Sinar Mas untuk menanggung klaim kecelakaan kerja dan santunan kematian. Selain itu, Karya Harapan juga sudah menjalin kerjasama dengan asuransi Bumi Putera untuk mengakomodir pinjaman modal yang nilainya melebihi Rp 20 juta,” ujarnya.

Di sisi lain Adam menambahkan, program simpan pinjam yang digulirkan oleh Koperasi Karya Harapan dengan system jemput bola ke wilayah pedesaan yang ditransformasikan oleh Partai Gerindra melalui kiprah Mardi Widodo, sangat membantu pergerakan ekonomi kerakyatan secara riil. Pasalnya, program kerakyatan itu secara tidak langsung ikut berperan serta mendidik masyarakat untuk terbiasa usaha mandiri dan tidak berpangku tangan mengandalkan pemberian orang lain.

“Masyarakat diajak untuk mengelola dan memanaj kehidupan secara mandiri dengan cara membuka usaha yang dapat menjadi sumber mata pencaharian. Untuk sat ini, koperasi Karya Harapan baru melayani puluhan ribu nasabah dari kalangan pedagang maupun pengusaha kecil menengah. Tidak menutup kemungkinan untuk masa mendatang akan merambah sector riil lainnya seperti pertanian dan kenelayanan,” tandas Adam.

Sementara di tempat yang sama, anggota kehormatan Koperasi Karya Harapan, Mardi Widodo yang akrab disapa Bang Wi menyampaikan, program penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi merupakan salah satu poin program yang digulirkan oleh Partai Gerindra dan juga bagian dari visi calon presiden RI yang diusung oleh Partai Gerindra yaitu Prabowo Subiyanto, untuk satu tujuan meminimalisir kemiskinan dan mendongkrak harkat hidup masyarakat Indonesia agar menjadi masyarakat yang mandiri dan berwibawa.

“Kami hanya sebagian kecil dari jutaan penduduk Indonesia yang menginginkan adanya perbaikan ekonomi hingga kalangan masyarakat kecil. Melalui koperasi sebagai soko gurunya ekonomi masyarakat Indonesia ini, kami ingin mengenalkan tata cara hidup mandiri yang aman dan nyaman. Kami mohon dukungan semua pihak, agar dengan koperasi kemiskinan rakyat dapat teratasi dan masyarakat Indonesia tidak lagi menjadi pengemis di negerinya sendiri,” tegas Bang Wi.