![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mulai mewujudkan keinginanya untuk mengembangkan Sekolah Siaga Bencana (SSB). Hal itu terbukti atas dilaksanakannya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana bagi Guru SD se Kabupaten Tegal, yang digelar oleh Dinas Dikpora Kabupaten Tegal bekerja sama dengan PMI Kabupaten Tegal.
Kegiatan digelar selama dua hari, Rabu 13 dan Kamis 14 Maret 2013 bertempat di Gedung Pertemuan KPRI Among Dwijo, Kecamatan Pangkah yang diikuti oleh 36 peserta utusan dari 18 UPTD Dikpora Kecamatan se Kabupaten Tegal.
Acara Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Dikpora, diwakili Kabid Pora Dinas Dikpora Kabupaten Tegal, Teguh Herdi Sancoyo S.Pd M.Pd.
Dalam sambutannya, Teguh mengatakan, dengan digelarnya pelatihan ini, peserta diharapkan bisa mensosialisasikan hasil pelatihan kepada warga lingkungan sekolah, baik teman guru maupun anak didik, sehingga bila terjadi bencana sungguhan dapat mengantisipasinya.
“Selain itu, para alumni diharapkan juga dapat menjadi pioneer dalam program pengembangan kesiapsiagaan bencana di wilayah UPTD-nya masing-masing,” ajaknya.
Usai pembukaan, lebih jauh dia menjelaskan, tujuan digelarnya pelatihan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah, adalah dalam rangka mengembangkan Sekolah Siaga Bencana yang sudah dilakukan oleh PMI Kabupaten Tegal.
“Karena keterbatasan dana, untuk Tahun 2013, pihak Dinas Dikpora baru bisa melaksanakan Pelatihan SSB di tingkat Sekolah Dasar, itupun baru sebatas perwakilan SD di UPTD Dikpora Kecamatan, belum menyeluruh dan itu akan dilaksanakan secara bertahap,” jelasnya.
Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Tegal, melalui Kepala Markasnya, Mahmudin mengatakan, PMI Kabupaten Tegal menyambut baik program pengembangan Sekolah Siaga Bencana yang digelar Dinas Dikpora.
“Walaupun pengembangan baru sebatas tingkat SD dan belum menyeluruh, ini merupakan awal yang baik untuk bersama-sama mewujudkan sekolah di Kabupaten Tegal yang selalu siap siaga kemungkinan terjadinaya bencana,”terangnya.
Sebagai informasi, bahwa PMI Kabupaten Tegal atas kerjasama dengan PMI Provinsi Jawa Tengah dan German Red Cross, sudah memulai Program Sekolah Siaga Bencana. “Ada enam sekolah yang sudah terbentuk, yakni SMP N 3 Bumijawa, SMP N 2 Bojong, MTs Sigedong Bumijawa, SMP N 2 Margasari, SMP N 1 Warureja dan SMK N 1 Bumijawa,” imbuhnya.
(Humas PMI Kabupaten Tegal)