![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj. Idza Priyanti SE menegaskan terkait dengan digantikannya Sritono Adhie Purboyo ST dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM setempat yang secara mendadak oleh Karmai Widiastuti, SE karena yang bersangkutan selama menjabat sebagai Plt Direktur PDAM tidak mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan.
"Meskipun untuk tagret PAD bagi PDAM di tahun 2013 ini kami mengaharapkan sebesar Rp 1,2 miliar, tapi yang bersangkutan akan menyanggupinya," ujar Idza Priyanti kepada PanturaNews.Com, usai kegiatan Open House yang digelar di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis 14 Maret 2013 sore.
Disisi lain, kata Idza, pergantian Sritono oleh Karmai Widiastuti karena atas dasar pengkajian dan analisa dari Kepala Bappeda Ir djoko Gunawan MT yang sebelumnya juga pernah dianggap berhasil menjabat sebagai Plt Direktur PDAM.
Idza mengakui jika belakangan ini kurang berkomunikasi dengan yang bersangkutan terkait persoalan pergantian jabatan tersebut. Hal itu dikarenakan banyaknya jadwal kegiatan pemerintahan yang harus dilaksanakan dan tidak bisa ditinggalkan.
"Tapi jauh hari saya sering menjalin hubungan komunikasi dengan Pa Sritono menanyakan terkait managemen PDAM. Jadi meskipun Pa Sritono digantikan tapi masih menjabat sebagai Kepala Bagian Teknik PDAM secara definitif," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnhya, Sritono mengaku tidak pernah dikoordinasi atau diajak berkomunikasi dengan Bupati, kalau pihaknya akan digantikan secara mendadak. Bahkan, sebelumnya juga tidak pernah ada surat pemberitahuan sama sekali dari Bupati.
"Kalau saya menilai pergantian saya yang secara mendadak oleh Bupati ini ada kejanggalan. Apalagi kalau pergantiannya itu hanya karena adanya pertimbangan serta masukan-masukan dari masyarakat. Apakah memang hal itu ada pengaruh besarnya bagi Bupati sendiri? Toh, selama ini saya tidak mempunyai masalah apa-apa tehadap managemen PDAM," tutur Sritono.
Jika prosedur pergantian terhadap jabatannya yang dilakukan Bupati, kata Sritono, dilakukan secara obyektif dan profesional serta transparan, pihaknya mengaku akan legowo atas kebijakan Bupati.