![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Tiga mahasiswa dikenai sanksi pemberhentian atau di droup out dari kemahasiswaan Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal, Jawa Tengah, hanya gara-gara melakukan unjuk rasa menuntut penegerian UPS saat kedatangan Presiden SBY di Tegal, Rabu 20 Pebruari 2013 lalu. Sementara, dua mahasiswa lainnya hanya dikenai sanksi scorsing selama 2 semester juga lantaran pesoalan yang sama.
Hal itu disampaikan Dedi Kusdiyanto, Ketua Kelompok Mahasiswa UPS yang mengusung bendera Aliansi Peduli Demokrasi, Minggu 10 Maret 2013.
Menurut Dedi, dalam surat pemberhentian maupun surat scorsing yang ditandatangani oleh rektor pada 7 Maret 2013, menyebutkan, kelima mahasiswa dikenai sanksi berdasarkan hasil rapat Badan Pertimbangan Kemahasiswaan UPS pada 4 Maret 2013.
“Baik Yayasan maupun rektorat menilai bahwa rekan-rekan kami telah mempermalukan nama baik kampus dengan melakukan unjuk rasa saat menyambut kedatangan presiden SBY Rabu 20 Maret lalu yang dibarengi dengan penerbitan surat BEM UPS Nomor 013/BEM FE/II/2013 tentang Hipotesa Perjuangan Penegerian UPS. Rekan kami itu dianggap melanggar Peraturan Yayasan Pendidikan Pancasakti tentang penetapan kebijakan dasar (statuta) UPS dan peraturan rektor UPS tentang peraturan disiplin mahasiswa,” kata Dedi.
Dedi mengungkapkan, ketiga mahasiswa yang mendapatkan sanksi pemberhentian antara lain, Miftakhudin semester 10 Fakultas Ekonomi, Deski Danuaji semester 6 Fakultas Ekonomi dan Andika Risyanto semester 12 Fakultas Ilmu Pendidikan, secara resmi telah diberhentikan atau di-droup out dari kemahasiswaan UPS melalui surat pemberhentian yang ditandatangani rektor UPS Dr Wahyono SH MS pada tanggal 7 Maret 2013.
Sedangkan dua mahasiswa lain yang mendapat sanksi pemberhentian sementara atau scorsing yaitu, Yudha Firmansyah, semester 6 Fakultas Ekonomi dan Silvy Windha Mediaswari, semester 8 Fakultas Ekonomi.
“Kami akan terus melakukan gerakan melawan arogansi rektorat dan yayasan pendidikan Pancasakti ini sampai kapanpun,” tegas Dedi.