![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Koordinator Badan Pekerja LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Darwanto memberikan kesepakatan kepada para mahasiswa diwilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk terus menjaga idealisme.
Terutama dalam menyikapi korupsi di Kabupaten Brebes, sehingga jangan sampai terjadi tindakan korupsi yang pada hakekatnya mencaplok hak-hak rakyat.
“Mahasiswa harus kritis dan menjadi yang terdepan dalam turut serta mencegah dan memberantas korupsi,” ajak Darwanto ketika memberikan sambutan kegiatan
Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) wilayah Semarang dalam melakukan perekrutan anggota Baru, di obyek wisata Bumi Lerep Indah di Ungaran Selatan Semarang 9-10 Maret 2013.
Ketua KPMDB Wilayah Semarang Fandi Nur Aziz menjelaskan, perekrutan yang mengambil tema Gathering Together itu terjaring 52 anggota dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Semarang.
Dari 52 anggota baru itu, 15 diantaranya merupakan anggota perempuan. Mereka adalah para pelajar dan mahasiswa Brebes yang menempuh pendidikan di Semarang. Antara lain di Undip, UNNES, IKIP PGRI, UNISULA, UNWAHAS dan Akademi di wilayah Semarang lainnya.
Menurutnya, penerimaan anggota baru (PAB) sebagai upaya menjalin silaturahmi antar keluarga yang berasal dari Brebes. Sehingga makin terbentuk jaringan yang kuat bagi aktivis KPMDB di Semarang.
Disamping itu, kata Fandi, PAB bisa dijadikan wahana koreksi terhadap eksistensi kepedulian pelajar dan mahasiswa Brebes terhadap masyarakat, pemerintah kabupaten, bangsa dan negara.
“Tapi yang kongkrit, kami ingin memfungsikan ilmu yang didapat dibangku kuliah untuk ikut mencarikan solusi tentang-tentang persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat,” terangnya.
Dalam rekrutmen tersebut juga diisi dengan materi nilai-nilai dasar KPMDB, Sejarah Brebes dan KPMDB Pusat, Leadership and sociality dan out bond.
Pembina KPMDB Drs Atmo Tan Sidik dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya peran pemuda desa dalam mendobrak kekeliruan sejarah dan regulasi yang kolot.
Bahkan menurutnya, pemerintah pusat dan bahkan dunia, kini mati-matian menerapkan konsep pedesaan. Antara lain pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden, yang dulu hanya diberlakukan untuk memilih ulu-ulu dan kepala desa. “Pemilihan langsung itu, konsep desa,” tuturnya.
Sehingga menurut Atmo, jadi anak desa jangan sampai minder akibat merasa termarjinalkan. Terbukti orang Brebes Asli tidak sedikit yang menjadi pentolan di pemerintah pusat. Seperti Komisaris Utama BRI Prof Bunasor Samin, Anggota KY Taufiqurohman Sahuri, Almarhum Tadjudin Nur Aly dan lain-lain merupakan beberapa contoh anggota KPMDB yang sukses dan memegang posisi penting serta bersih.