Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Pemalang
Pemalang-Muhammad Ridwan
Rabu, 06/03/2013, 11:19:35 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Pemalang) - Penipuan dengan mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, marak terjadi akhir-akhir ini. Penipuan dengan modus akan mengupayakan menjadi CPNS, memberikan proyek dan lain sebagainya yang mencatut nama pejabat menjadi trend.

Salah satu pejabat yang dicatut namanya adalah Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Pemalang, Drs. Budhi Rahardjo, MM. Dalam surat edarannya Nomor 300/366/Kespol.Lm yang ditujukan kepada SKPD se Kabupaten Pemalang, menyebutkan bahwa berdasarkan laporan Kepala Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading, Senin 21 Januari 2013 menyatakan, seorang bernama Budi Aryo mengatasnamakan Sekretaris Daerah, menawarkan proyek jalan kepada Kepala Desa Kebagusan senilai Rp 500 juta dengan syarat harus mentrasfer uang sejumlah 2% dari nilai proyek tersebut yaitu sebesar Rp 10 juta ke BRI dengan nomor rekening 2199 01 000087 50 8.

Karuan saja kepala desa yang baru dilantik kurang lebih 1 bulan dan belum banyak memperoleh informasi tentang prosedur dan pengalaman kerja itu, menuruti permintaannya. Akibatnya dia harus kehilangan uang sejumlah Rp 10 juta dari sakunya.

Kepala Kesatuan Kebangsaan, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, SIP, MSi, Rabu 6 Maret 2013 mengatakan, penipuan itu marak terjadi bukan hanya di lingkungan Kabupaten saja, bahkan di Polres, Kejaksaan juga pernah terjadi sebelumnya. Saat ini memang sedang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, bahkan laporan yang baru masuk dan masih dipelajari juga mencatut nama istri Bupati Pemalang, Hj. Irna Setyowati Junaedi, SE.

Rata-rata mereka yang kena jerat sang penipu, adalah orang-orang yang dengan posisi ingin segera mencapai kesuksesan, ataupun juga karena benar-benar masih awam tentang menjalankan sebuah pemerintahan,” ujarnya.

Seorang guru honorer yang karena kurang sabar, juga bisa terjerat oleh penipu yaitu dengan menyetorkan sejumlah uang kepada seseorang yang katanya dapat meluluskan CPNS-nya. Seorang kepala desa yang dengan semangatnya ingin segera membangun desanya dengan iming-iming proyek dari orang yang tidak jelas, diterimanya tanpa konfirmasi telebih dahulu dengan atasannya.

Untuk itu kepada SKPD, Kepala Desa dan seluruh masyarakat dihimbau agar tidak menanggapi apapun dari pihak manapun, baik melalui SMS/ telepon yang mengatasnamakan bupati, Sekretaris Daerah atau pejabat yang lain. Apabila ada kejadian serupa segera menginformasikan ke kantor Kesbangpolinmas Kabupate Pemalang cq. Kasi Kesatuan dan Ketahanan Bangsa, Fauzan, S.Sos, M.Si. dengan Nomor HP 081802891555.

"Himbauan ini juga bisa ditempel dan disebar luaskan melalui musholla, khutbah, pengajian dan lain-lain," pungkas Patah.