![]() |
|
|
PanturaNews (Ponorogo) - Ironis, sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) di Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kesulitan air bersih. Terpaksa, mereka menggunakan air sanitasi untuk mandi, mencuci pakaian dan lain-lain. Padahal, kondisi air tersebut sangat keruh, apalagi pada musim penghujan seperti sekarang ini.
Susilo, warga setempat, menuturkan jika kesulitan air bersih dialami oleh puluhan warga Dukuh Segropyak sejak 2 tahun, sejak program bantuan air bersih dari pemerintah pusat gagal dilaksanakan oleh pengelola.
Alasanya, pengelola tidak mampu lagi menjaga kelangsungan program tersebut, lantaran kekurangan anggaran oprasional. Padahal, setiap warga pernah dimintai iuran per KK sebesar Rp 150.000 untuk pembelian peralon dan lain-lain.
"Wah disini sangat kesulitan memperoleh air bersih, dulu ada bantuan pemerintah untuk program pengadaan air bersih, tapi gagal, airnya tidak mengalir," terangnya, Rabu 6 Maret 2013.
Susilo berharap kepada pemerintah untuk membantu pengadaan air bersih agar puluhan warga dapat menikmati air bersih dengan baik. Soal bak penampungan, warga sudah mempersiapkan masing-masing karena pada saat itu program air bersih dikira akan berlangsung terus menerus. Namun pada kenyataanya hanya berlangsung sebentar, dan sejak 2 tahun ini warga tidak dapat menikmati air bersih.
"Sepertinya pemerintah tidak tanggap terhadap masalah ini, sampai-sampai bekas material program ini pada rusak, bahkan ada yang hilang entah kemana, mungkin ada yang sudah di jual, pokoknya kacau," ucapnya
Warga lainya pun mengeluhkan hal yang sama, menurut salah satu warga, kesulitan air bersih di Pulung Merdiko ini sangat mengganggu aktifitas warga, terutama anak-anak usia sekolah, mereka harus mandi dengan air sanitasi atau sumber-sumber yang kondisinya airnya keruh dan berwarna kekuning-kiningan karena bercampur dengan lumpur.
"Kami sangat pusing menghadapi masalah seperti ini, kenapa sampai sekarang ini tidak ada perhatian, bahkan, kalau ada yang menanyakan atau mempersoalkan masalah ini, cenderung dipojokkan, dimana letak keadilanya," ungkap salah satu warga.
Sementara itu, pihak kecamatan ketika dikonfirmasi, mengatakan jika kesulitan air bersih di Pulung Merdiko karena minimnya biaya operasional petugas dan biaya pemeliharaanya. Hal itu disebabkan karena saat itu pengguna banyak yang terlambat membayar. Padahal, jika semua warga membayaran iuran perbulan pun hasilnya tidak cukup
"Pengelolanya saat ini masih mencari jalan keluar untuk mencari anggaran untuk kembali membangun proyek air bersih itu," kata Sujadi, Mantan Camat Pulung yang kini di Mutasi ke Kecamatan Pudak itu.
Sedangkan, Riadi, Petugas Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Ponorogo ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak di Pulung Merdiko terkait kesulitan air bersih yang dialami puluhan KK setempat. "Kami akan turun kesana, apa masalahnya akan kami sampaikan pimpinan," terangnya.