PKK Brebes Dinobatkan Juara Pertama Jaring Akseptor
-Laporan Takwo Heriyanto
Sabtu, 23/02/2013, 01:24:05 WIB

PanturaNews (Brebes) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) berhasil menjadi juara pertama dalam pencapaian penggerakan pelayanan KB Tingkat Jawa Tengah. Juara II diraih Kabupaten Tegal dan juara III Kabupaten Klaten dari 35 Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah.

Piagam penghargaan di serahkan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jateng Ny Sri Bibit Waluyo dan diterima Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Ny Sri Legiastuti di Gedung Gradika Bakti Praja Semarang, 18 Februari lalu.

Menurut Ny Astuti-demikian panggilan akrab Sri Legiastuti, PKK Brebes dinobatkan sebagai juara pertama setelah berhasil menjaring akseptor baru sebanyak 1024 orang. Jumlah tersebut berasal dari akseptor dengan kontrasepsi MOP sebanyak 19 orang, MOW 62 orang, IUD 257 orang dan Implant 686 orang.

“Alhamdulillah, para Ibu PKK dengan gigih menggerakan diri, warga dan para suaminya untuk ikut KB,” ujar Astuti, Jumat 22 Februari 2013.

Dicapainya angka keikutsertaan akseptor baru, dikarenakan PKK menerapkan teknik jemput bola. Dalam arti, ketika diadakan pelayanan bagi akseptor yang jangkauannya susah maka dijemput dengan kendaraan.

“Kami menyediakan kendaraan untuk menjemput para peserta,” terang Astuti.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Brebes Drs H Khambali mengaku ikut berbangga hati dengan pencapaian prestasi TP PKK Brebes. Sebagai institusi yang menangani KB dan PP sangat membutuhkan peran dari berbagai komponen masyarakat, termasuk PKK. Apalagi PKK bersentuhan langsung dengan kegiatan KB dan PP.

Untuk memberikan pelayanan yang prima kepada akseptor, dirinya tengah menyiapkan provider yakni bidan dan dokter yang menangani KB. Hingga kini Se Kabupaten Brebes sebanyak 320 bidan dan dokter telah memiliki sertifikasi kompentensi pemasangan alat kontrasepsi. Mereka terdiri dari bidan sebanyak 260 orang dan dokter sebanyak 60 orang.

“Tahun 2013, dalam waktu akan ditambah 21 orang lagi yang bersertifikasi setelah mengikui pelatihan,” tambah Khambali.

Digandengnya berbagai komponen masyarakat, Khambali berharap keikutsertaan masyarakat dalam ber-KB makin meningkat. Yang ditandai setiap saat ada penambahan peserta baru dan pengikut yang lama tidak menghentikan programnya, atau bahkan meningkatkan kualitasnya.