![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Ratusan pendukung tiga calon kepala desa yang kecewa dengan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bergabung melakukan aksi demo dengan menggeruduk Kantor Desa setempat, Kamis 21 Februari 2013.
Dalam aksinya, massa yang berjumlah sekitar 300 orang itu, menyatakan menolak hasil pilkades dan menuntut dilaksanakan pilkades ulang. "Kami berdemo untuk menolak hasil pilkades ini. Kami juga menuntut pilkades diulang," ujar Kusnandar (40), koordinator aksi demo.
Menurutnya, penolakan hasil pilkades dan minta diulang karena dalam prosesnya ditemukan banyak kecurangan. Salah satu kecurangan yang ditemukan adalah surat suara sah yang tercecer. Kemudian daftar pemilih tetap yang juga tercecer.
Warga juga kecewa terhadap kerja Panitia Pilkades yang dinilai tidak tegas. Karena itu, pihaknya juga meminta Panitia Pilkades bertanggung jawab. Jika diulang, mereka harus dibubarkan.
"Yang jelas, kami minta tuntutan ini dipenuhi. Kalau tidak kami akan demo dengan massa yang lebih banyak lagi," tegas Kusnandar.
Ketua Panitia Pilkades Klampok, Akhmad Toridin SPd mengatakan, aksi demo warga itu dinila wajar, karena ketika dalam suatu perhelatan ada yang senang dan kecewa. Pihaknya juga berterima kasih atas masukan yang diberikan kepada panitia. Namun, terkait tuntutan pilkades ulang keputusannya berada di tingkat kabupaten, dan itu sesuai peraturan bupati.
"Kalau keputusan pilkades itu menjadi kewenangan Bupati, kami hanya tunggu perintah," ungkapnya.
Camat Wanasari, Amrinalfi menambahkan, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan segera ditindaklanjuti ke tingkat kabupaten, melalui tim verifikasi kabupaten. Sebab, semua yang dituduhkan warga tentu harus dibuktikan. "Kami akan segera sampaikan aspirasi ini ke tim verifikasi kabupaten," terangnya.
Sebagaimana diketahui, Pilkades di Desa Klampok diikuti empat calon. Yakni Kayun, Suyoto, Slamet Abdul Ghofir dan Sukwid. Dari hasil perhitungan suara, Sukwid terpilih sebagai Kades dengan perolehan suara 2.547 suara. Kemudian, disusul Kayun 2.118 suara, Slamet Abdul Ghofir 2.093 suara dan Suyoto 1.518 suara.