Aparatur Pemerintah Harus Jadi Contoh Hemat BBM
-Laporan Riyanto Jayeng
Rabu, 20/02/2013, 01:42:01 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Aparatur pemerintah harus menjadi contoh yang baik dalam penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk listrik. Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Jawa Tengah, Edy Pranowo disela-sela

Diklat penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada PNS di lingkungan Pemkot Tegal oleh Pusdiklat Migas Cepu, di Balaikota Tegal, Selasa 19 Februari 2013.

Menurut Edy, diklat  itu dimaksudkan agar mereka yang mengikutinya dapat menjadi tenaga penyuluh Hemat BBM. "Saya setuju dengan dilatihnya 100 PNS dari berbagai SKPD dan masyarakat menjadi tenaga penyuluh hemat BBM," kata Edy.

Lebih jauh Edy mengatakan, selain dilatih berhemat, PNS dijadikan sebagai tenaga penyuluh gerakan hemat BBM kepada masyarakat. Hal itu sejalan dengan kebijakan  Pemkot Tegal yang sudah mengeluarkan Surat Edaran Walikota Tegal tentang penghematan BBM dan penggunaan Listrik.

Edy menambahkan, Diklat Pengendalian Penggunaan BBM, dilaksanakan di 40 daerah se – Indonesia oleh Pusdiklat Migas Cepu.

Sementara Kepala Subbid Sarana dan Prasarana Pusdiklat Migas Cepu R. Suhardi mengatakan konsumsi BBM masyarakat Indonesia cukup tinggi.  Bahkan tahun 2013, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar 193 Triliun Rupiah atau 46,01 Juta Kilo Liter untuk pembelian BBM Bersubsidi.

Suhardi menyatakan penghematan penggunaan BBM bisa dilakukan dalam 3 cara, yakni Penyelarasan harga BBM dengan kondisi harga minyak mentah dunia, Pengendalian Penggunaan BBM dan penggabungan antara penyelerasan harga dan pengendalian penggunaan BBM.

Namun untuk point pertama menurut Suhardi akan menimbulkan gejolak di masyarakat jika harus diterapkan. Oleh karena itu, Pemerintah memilih upaya kedua yakni pengendalian penggunaan BBM.

"Jika pengendalian penggunaan BBM bisa diterapkan maka konsumsi BBM bersubsidi bisa dihemat hingga 1,3 Juta Kilo Liter atau Rp 6,5 Triliun," tegasnya.