![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Kesadaran masyarakat Kota Tegal untuk berlaku tertib lalulintas, dikatagorikan masih sangat rendah. Meski tidak semuanya, namun sebagian masyarakat masih menganggap sepele terhadap hal-hal kecil dalam berlalulintas, yang justru berujung kepada kondisi membahayakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya. Kondisi itulah yang disinyalir banyak memicu kecelakaan lalulintas yang bisa berakibat fatal, cedera dan kematian.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tegal, Drs Khaerul Huda, kepada sejumlah wartawan usai menemui Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono, Kamis 14 Februari 2013.
Menurut Khaerul, yang perlu dilakukan untuk melatih kedisiplinan masyarakat dalam tertib lalulintas adalah dengan membiasakan berdisiplin aturan yang dimulai dari diri sendiri. Menyikapi kondisi masyarakat yang masih rendah dalam berlaku tertib lalulintas, pihaknya tidak kurang-kurang melakukan sosialisasi dan penertiban yang dilakukan secara berkala.
“Jujur saja, selain sarana dan pra sarana rambu lalulintas masih minim, juga belum adanya kesadaran penuh di masyarakat dalam hal tertib lalulintas dengan selalu disiplin mentaati aturan lalulintas yang berlaku. Kesadaran masyarakat untuk tertib aturan juga menjadi bagian dari faktor utama agar kawasan berlalulintas itu aman dan nyaman,” ujarnya.
Lebih jauh Khaerul menjelaskan, saat ini kota Tegal masih belum memenuhi kelengkapan sarana dan pra sarana rambu-rambu lalulintas sampai dengan dikatakan ideal. Banyak hal yang harus dibenahi dan dilengkapi agar dapat dikatakan sebagai kota dengan sarana lalulintas ideal.
“Untuk rambu-rambu lalulintas dari mulai rambu tanda larangan, rambu tanda kondisi jalan, rambu tanda peringatan kecepatan kendaraan, rambu tanda penunjuk arah, rambu tanda penunjuk lokasi, dan rambu lainnya, kita masih perlu banyak. Saat ini baru ada 2500 unit sedangkan idealnya adalah 4000 unit. Juga dengan tanda lalulintas lain seperti cermin cembung, marka jalan, tanda peringatan bahaya, kami masih perlu banyak lagi,” kata Khaerul.
Khaerul juga menegaskan, traffic light yang sudah terpasang saat ini sudah ada 19 titik di setiap persimpangan perempatan maupun pertigaan. Namun demikian masih membutuhkan traffic light untuk 5 titik lai, yaitu 4 titik di kawasan Jalingkut dan 1 titik di Jalan Hanoman.
Khaerul mengungkapkan, salah satu agenda pembicaraan dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Perhubungan RI adalah menyampaikan kondisi rencana pembangunan Pelabuhan Niaga dan lebih khususnya adalah tentang harapan Kota Tegal agar dapat menjadi kota percontohan tertib lalulintas, mengingat di Kota tegal terdapat Perguruan Tinggi Transportasi Darat yang cakupannya skala nasional.
“Kami sangat berharap dukungan dari Kementrian Perhubungan khususnya dirjen perhubungan darat dan laut untuk dapat mendukung secara kebijakan maupun anggaran agar konsep Kota Tertib Lalulintas dapat segera diwujudkan,” tegas Khaerul.