Keracunan Nasi Ponggol, 130 Warga Dilarikan ke RS
-Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 13/02/2013, 08:34:57 WIB

Beberapa yang diduga keracunan nasi ponggol masih menjalani perawatan medis (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Seratus lebih warga Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diduga keracunan akibat menyantap nasi ponggol (nasi bungkus) yang dibagi-bagikanikan oleh salah seorang calon kepala desa (Cakades) saat warga hendak meramaikan pelaksanaan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) setempat, Selasa 12 Fabruari 2013.

Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com menyebutkan, sejak Rabu 13 Februari 2013 dini hari, hingga berita ini diturunkan warga yang diduga mengalami keracunan nasi ponggol tersebut berjumlah 130 orang lebih. Kini, mereka langsung dilarikan Puskesmas Kecamatan Ketanggungan guna mendapatkan penanganan medis dari dokter setempat.

Menurut salah satu warga RT: 04, RW: 01 Desa Karangmalang, Ismail (40), nasi ponggol yang dibagikan hanya berjumlah 100 buah. "Sekitar jam 06.00 WIB, nasi ponggol sudah dibagi, sebagian besar langsung dimakan namun ada juga yang disimpan," tuturnya.

Namun, kata Ismail, menjelang malam hari sekitar pukul 22.00 WIB banyak warga yang mulai mengeluh sakit perut, pusing bahkan ada yang muntah dan berak berulang kali. Kejadian ini bahkan sempat menimbulkan kepanikan warga. Untuk mencegah bahaya yang lebih parah, sejumlah warga kemudian segera berobat ke Puskesmas.

Bahkan, lanjut Ismail, pada Rabu 13 Februari 2013 siang, terpaksa ada delapan orang yang dirawat di PKU Muhammmadiyah Ketanggungan, dan dua orang menjalani rawat inap di Puskesmas.

Sementara, petugas medis Puskesmas Ketanggungan, dr Susani Ali, mengatakan gejala yang dialami warga identik dengan keracunan makanan. Namun untuk memastikan jenis racun ataupun penyebabnya, diperlukan penelitian sisa makanan. "Untuk mengetahui secara pasti diperlukan penelitian di laborat," ujarnya.

Menurutnya, keracunan seperti ini harus segera ditangani, karena jika terlambat dapat mengakibatkan kekurangan cairan tubuh/dehidrasi akut. "Pertolongan pada korban harus secepatnya dilakukan guna mencegah efek yang lebih buruk," terangnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi masalah ini pihaknya telah memberikan pengobatan secara massal, yaitu pemberian obat pusing, mual serta anti muntah.