![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Hasil Pemeriksaan terhadap kualitas air sungai yang melewati Kota Tegal, Jawa Tengah yakni Sungai Gung, Sungai Sibelis dan Sungai Kemiri mengalami penurunan tiap tahun. Hal ini disebabkan meningkatnya angka Bilogical Oksigen Demand (BOD). Tidak hanya itu, air sungai juga mengadung bakteri E- Coli.
Demikian disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan KHL Kota Tegal, Daryati belum lama ini. “Di wilayah Kota Tegal, ada 3 sungai besar yang melewati, yakni Sungai Gung, Sungai Sibelis dan Sungai Kemiri. Dari ketiga sungai tersebut, 2 sungai yakni sungai Gung dan sungai Sibelis mengalami penurunan kualitas air dan cenderung mengandung bakteri E-Coli,” kata Daryati.
Menurut Daryati, untuk bisa menentukan kualitas air sungai ada 25 parameter atau indikator yang digunakan, salah satu parameternya adalah BOD. BOD merupakan kebutuhan oksigen terlarut dalam air yang digunakan bakteri menguraikan bahan organik. sesuai hasil analisa lingkungan, angka BOD sungai Gung sebesar 45 mg/l dan sungai Sibelis sebesar 20,8 mg/l. Angka ini terus meningkat tiap tahunya.
Sedangkan Sungai Kemiri dari 23 mg/l menjadi 8,33 mg/liter di tahun 2012.
Peningkatan BOD, disebabkan aktifitas rumah tangga dalam membuang limbah domestiknya tanpa melalui sistem penyaringan modern. Selain itu, pembuangan limbah rumah tangga secara langsung, menyebabkan peningkatan jumlah bakteri E- Coli.
Sesuai data yang ada, air sungai mengandung bakteri E-Coli sebesar 10.000 polymorphonuckear (pmn)/100 ml. Daryati menegaskan, meningkatkanya angka BOD, selain berdampak menurunnya kualitas air juga berpengaruh pada ekosistem lingkungan yang ada.
Untuk itu, Pemerintah Kota Tegal saat ini sedang berupaya meningkatkan pembangunan sanitasi permukiman berbasis masyarakat. Program ini dijalankan di beberapa SKPD seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), KLH dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Tegal. Selain itu, Pemkot Tegal juga selalu rutin melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehata (PHBS).