![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) - Berkunjung ke Kabupaten Pemalang tidak bisa dikatakan komplit bila tidak membeli makanan khas yang bernama Ogel Ogel. Makanan ini merupakan kreasi olahan dengan bahan baku tepung beras ketan terbaik, yang diramu dengan berbagai macam bumbu pendukung.
Bentuknya seperti jari kelingking berwarna kuning kecoklatan, rasanya renyah dan gurih. Makanan khas suatu daerah seringkali menjadi pengingat dimana makanan tersebut berasal. Keberadaan makanan khas tersebut juga turut serta mengangkat popularitas daerah asalnya. Terlebih jika dikaitkan dengan upaya pengembangan kepariwisataan, makanan khas ikut andil memperkenalkan potensi pariwisata kepada masyarakat luas.
Kabupaten Pemalang yang berada di kawasan Pantura Jawa Tengah, memiliki sejumlah makanan khas yang cukup dikenal. Yaitu Nasi Grombyang, Kamir, Sate Loso dan Manisan Gandul. Salah satu makanan khas yang biasa dicari sebagai oleh-oleh adalah Ogel Ogel yang diolah secara tradisional dengan proses digoreng.
Pengolahan Ogel Ogel dengan bahan baku dan bumbu pendukung sama sekali tidak menggunakan zat kimia. Namun sebagai makanan siap saji, Ogel Ogel dalam kemasan mampu bertahan hingga 3 bulan.
Di kota Pemalang makanan ini mudah didapatkan di toko roti, pusat perbelanjaan dan rumah makan dengan harga terjangkau. Sebagai makanan khas yang telah punya nama Ogel Ogel, juga sering dijadikan suguhan istimewa para tamu yang berkunjung ke Pemalang. Bahkan ketika peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke 435 pada 24 Januari lalu, Ogel Ogel dijadikan oleh-oleh untuk para undangan khusus bupati se Jawa Tengah.
Menurut Ma’ruf Muliawan, pemilik bendera UD Cipta Jaya yang memproduksi Ogel Ogel di sentra produksi Perumahan BTN Kaligelang Blok H Nomor 1 Kabupaten Pemalang Telpon 085649595154, Kamis 18 Pebruari 2010, sejak diperkenalkan sekitar 10 tahun lalu, Ogel Ogel semakin dikenal masyarakat. Selain dipasarkan di Pemalang, makanan ini banyak dicari orang luar daerah sebagai oleh-oleh.
“Biasanya orang berkunjung ke Pemalang membeli Ogel Ogel untuk dibawa pulang ke kota asalnya,” jelas Ma’ruf Muliawan sambil menyampaikan bahwa makanan khas Pemalang miliknya, sejak awal pembuatan telah memiliki ijin resmi dari instansi berwenang bidang kesehatan. (adv)