Insiden Penganiayaan Siswa, DPRD Datangi Sekolah
-Laporan Takwo Heriyanto
Kamis, 31/01/2013, 03:08:48 WIB

Mayat siswa korban penganiayaan teman sekelasnya terbujur di kamar mayat (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) - Insiden terkait kasus penganiayaan terhadap salah satu siswa SMAN 1 Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), oleh teman sekelasnya sendiri yang berujung dengan kematian, hingga kini terus menjadi sorotan publik. Bahkan, Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Ahmad Torikhin, SH mendatangi sekolah tersebut untuk bisa mendapatkan keterangan terkait dengan insiden itu.

"Kedatangan kami hanya untuk mendapatkan keterangan yang sebenar-benarnya atas kasus kejadian itu. Dan nantinya kami juga akan mengundang Dinas Pendidikan setempat," ujar Ahmad Torikhin didampingi Ketua LSM Agustus Kabupaten Brebes, Kustoro WHY, Rabu 30 Januari 2013.

Atas insiden tersebut, pihaknya menginstruksikan kepada pihak sekolah, agar bisa lebih memberikan pengawasan secara optimal terhadap kegiatan siswa selama di sekolah.

"Ini penting dilakukan agar kedepannya, kejadian serupa tidak lagi terulang kembali. Sekolah juga harus lebih banyak lagi mengadakan kegiatan yang bisa menunjang prestasi siswa," ungkapnya.

Ketua LSM Agustus, Kustoro WHY mengatakan, adanya insiden kasus penganiayaan tersebut setidaknya memang telah mengurangi reputasi pendidikan di Kabupaten Brebes. Namun demikian, insiden itu harus bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bersama-sama dalam membangun karakter pendidikan di Kabupaten Brebes yang lebih baik. "Hal itu bisa dilakukan dengan cara meningkatkan prestasi siswa didik," tuturnya.

Sementara, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Jatibatang, Edi Priyono, SPd didampingi  Wakil Kepala Bidang Humas, Sri Wiwit Suprakanti SPd mengatakan, saat ini sekolah dan seluruh peseta didik SMAN 1 Jatibarang masih berkabung atas meninggalnya (siswa).

Bahkan sejak Senin 28 Januari 2013, seluruh siswa bersama guru dan karyawan bersama-sama mengadakan pembacaan Surat Yasin dan bacaan Tahlil sehabis sholat Dhuhur. Kegiatan itu akan dilangsungkan selama tujuh hari berturut-turut.

"Selain itu, setiap harinya seusai sholat isya perwakilan guru juga mengikuti kegiatan tahlilan di rumah korban untuk mendoakan arwah korban," terangnya.

Seperti diketahui, seorang siswa kelas X SMA Negeri 1 Jatibarang, dianiaya teman sekelasnya sendiri yang bernama DP, warga Desa Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, hingga tewas, Jumat 25 Januari 2013.

Korban adalah Khotibul Umam (15), warga Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Korban tewas akibat pendarahan di kepala bagian belakang karena benturan keras dengan lantai. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Singkil, Kabupaten tegal, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan.