![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, akan melakukan penanganan terhadap dampak kerusakan di alur Sungai Keruh di jalan lingkar Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Alur sungai juga akan dinormalisasi serta penanganan darurat bencana terhadap beberapa tebing di sepanjang alur sungai tersebut.
"Akan dilakukan normalisasi sepanjang sekitar 350 meter, mulai dari bendung Laban ke arah hilir hingga jembatan sungai keruh jalan lingkar," kata Kepala BBWS Pemali-Juwana, Ir Is Prasetyo Basuki, ME, Selasa 29 Januari 2013 saat meninjau ke Jembatan Sungai Keruh Jalan Lingkar Bumiayu yang ambrol opritnya.
Menurutnya, sebagai upaya penanganan tanggap darurat akibat terjadinya banjir besar pada sungai Keruh pada Kamis 24 Januari 2013 lalu yang mengakibatkan oprit jembatan Keruh ambrol. Upaya tanggap darurat dilakukan sebagai respon sebelum dilakukannya penanganan secara permanen.
"Penanganan secara permanen baru bisa dilakukan pada tahun anggaran 2014 nanti," kata Prasetyo.
Dikatakan, BBWS juga akan lakukan penanganan darurat terhadap beberapa tebing yang mengalami kerusakan, baik di alur sungai keruh wilayah jalan lingkar dan juga halaman belakang SMPN 01 Bumiayu, serta alur sungai pemali blok Buaran Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung.
"Penanganan darurat akan mengurangi kekhawatiran warga terhadap kondisi yang terjadi sebagai dampak bencana alam ini," tandasnya.
Kunjungan Kepala BBWS Pemali-Juwana, Ir Is Prasetyo Basuki ME disertai Dinas Pengairan ESDM Kabupaten Brebes dan Binamarga Provinsi Jawa Tengah. rombongan sempat meninjau langsung ke lokasi kerusakan alur sungai di Dukuh Blere Desa Adisana Kecamatan Bumiayu.