Penganiayaan yang Berujung Kematian Diluar Dugaan
-Laporan Takwo Heriyanto
Selasa, 29/01/2013, 06:18:53 WIB

Mayat siswa korban penganiayaan teman sekelasnya terbujur di kamar mayat (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) - Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA Negeri 1 Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sri Wiwit Suprakanti mengatakan, insiden kasus penganiayaan yang berujung kematian di sekolahnya memang diluar dugaan. Pasalnya, antara korban dan pelaku merupakan teman akrab. Bahkan keduanya kerap bercanda saat berada di lingkungan sekolah.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswa kelas X SMA Negeri 1 Jatibarang, dianiaya teman sekelasnya hingga tewas, Jumat 25 Januari 2013. Korban adalah Khotibul Umam (15), warga Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Korban tewas akibat pendarahan di kepala bagian belakang karena benturan keras dengan lantai. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammdiyah Singkil, Tegal, tetapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Sementara, pelakunya DP (17), warga Desa Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, kini telah diamankan Polres Brebes

"Mungkin karena tidak bisa mengendalikan emosinya, pelaku melakukan kekerasan kepada korban. Apalagi pelaku juga memang memiliki sifat pemarah dan emosional tinggi," ujar Sri Wiwit Suprakanti kepada PanturaNews.Com, Selasa 29 Januari 2013.

Dia mengatakan, sebelum kejadian korban memang sempat mengeluhkan sakit pinggang dan sempat istirahan ti ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun setelah diberi obat kemudian korban kembali masuk ke kelas.

Namun tak berlangsung lama, peristiwa perkelahian itu terjadi lagi. Dan korban kembali ke ruang UKS dengan kondisi luka dibagian kepala. Dan melihat kondisi korban, para guru pun langsung melakukan tindakan pengobatan sementara.

"Memang saat kejadian di kelas tidak ada gurunya. Itu lantaran guru yang bertugas sedang hamil dan kondisinya tidak fit," terangnya.