![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Upaya penangan darurat dilakukan pada jembatan Sungai Keruh di Jalan Lingkar Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang ambrol opritnya akibat diterjang arus deras. Targetnya pada esok hari (Sabtu 26 Januari 2-13) jembatan sudah bisa dilalui oleh semua kendaraan.
"Kita lakukan penanganan darurat, agar bisa dilewati semua kendaraan kembali," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Tegal-Batas Banyumas Bina Marga Wilayah Tegal, Agus Setiyono, Jumat 25 Januari 2013.
Menurutnya, penanganan darurat dilakukan dengan melakukan pengarugan dan pemadatan landasan yang tanahnya tergerus air. Pengarugan dengan material tanah dan batu pasir yang diperkirakan mencapai sekitar 650 kubik. "Perlu material yang cukup banyak untuk memadatkan jalan," ujar Agus.
Dikatakan, kontruksi untuk penanganan darurat dengan geo textil, yakni pamasangan memasukkan materia arugan ke dalam kantong terpal berukuran besar sehingga tidak mudah terkikis air. Kontruksi geo textil ini bersifat darurat yang akan dilanjutkan dengan penanganan lainnya.
"Ini penanganan darurat yang penting bisa secepatnya atau besok (Sabtu 26 Januari 2013-Red.) jalan dibuka dan jembatan bisa dilalui kendaraan," ucap Agus.
Ditambahkan, meski bisa dilewati semua jenis kendaraan nantinya hanya sebelah badan jalan dan dilakukan dengan sistem buka tutup. "Sifatnya darurat jadi tetep sistem buka tutup yang penting bisa lewat," tandas Agus.
Sementara itu, pengamatan PanturaNews.Com dilokasi nampak beberapa pekerja sibuk melakukan pengarugan dan pemadatan. Beberapa armada truk pengangkut tanah dan batu pasir juga dikerahkan untuk merampungkan pekerjaan itu.
Seperti diketahui, oprit jembatan Sungai Keruh di Jalan Lingkar Kecamatan Bumiayu, ambrol diterjang arus deras sungai dan banjir, Kamis 24 Januari 2013 sekira pukul 17.00 WIB. Menyusul peristiwa itu, arus lalulintas (Lalin) kendaraan dari arah Tegal maupun Purwokerto dialihkan melalui jalur kota Bumiayu.
Oprit jembatan ambrol tidak kuat menahan terjangan arus deras sungai menyusul hujan lebat yang turun sejak pukul 14.00 WIB. "Arus sungai sangat deras akibat hujan lebat yang turun sejak sore tadi," kata Sekcam Bumiayu, Eko Purwanto SP.
Oprit jembatan ambrol sepanjang 15 meter lebar 5 meter dan tinggi 7 meter. Lebih dari separuh badan jalan juga tergerus, sehingga keselamatan pondasi jembatan juga terancam. "Bangunan bronjong tidak kuat menahan arus sehingga longsor dan menyeret oprit jembatan,” kata Eko.
Longsornya oprit ini merupakan kali ketiga yang terjadi tiap tahun selama tiga tahun terakhir ini. Sementara semua kendaraan kecuali roda dua dialihkan ke jalur Kota Bumiayu, mengingat kondisinya yang sangat membahayakan.