![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Inflasi Kota Tegal, Jawa Tengah, di bulan Januari 2013 diperkirakan meningkat pada kisaran 0,40% - 0,60% (mtm). Peningkatan inflasi itu juga diikuti kenaikan harga sejumlah komoditas yang merupakan bagian dari kebutuhan pokok sehari-hari.
Demikian disampaikan Sekretaris Tim Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal, M. Rudi Herstyawan usai gelar rapat TPID, Rabu 23 Januari 2013.
Menurut Rudi, meningkatnya inflasi itu tidak saja memicu naiknya sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga, namun sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya justru mengalami penurunan harga. Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain, beras, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, minyak goreng, ikan layang, ikan kembung, ikan kakap, tomat sayur, tahu, cabe merah, cabe rawit, bawang merah dan emas perhiasan.
“Sedangkan yang mengalami penurunan harga adalah jenis sayuran seperti, kol, wortel, dan kentang. Sementara, stok beras Bulog Sub Divre VI Pekalongan per 22 Januari 2013 sebanyak 51.342 ton setara beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional penyaluran raskin hingga bulan Juni 2013. Sedangkan prognosa pengadaan beras Bulog 2013 sebesar 170.000 ton,” kata Rudi.
Lebih jauh Rudi mengatakan, sebagai tindakan antisipatif menghadapi musim paceklik nelayan akibat tingginya gelombang laut, pemerintah Kota Tegal memberikan bantuan beras sebesar 50 ton bagi 5000 nelayan yang diambil dari alokasi cadangan beras pemerintah (CBP) Kota Tegal. Sementara, penyaluran raskin bulan Januari 2013 akan dilakukan pada awal Februari 2013.
“Perlu diketahui, untuk kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) 2013 baru diberlakukan kepada pelanggan dengan daya mulai 1300 VA ke atas sebesar 15% secara bertahap per triwulan. Sedangkan terkait dengan penerapan upah minimum Kota Tegal 2013, sebesar Rp 860 ribu, tidak terdapat pengajuan penangguhan dari perusahaan yang ada,” ujarnya.
Rudi menambahkan, rapat TPID juga menghasilkan rekomendasi diantaranya perlu dilakukan penguatan kelembagaan TPID demi efektivitas kinerja TPID. Di sisi lain, perlunya penyelarasan program kerja SKPD yang terkait dengan pengendalian inflasi daerah Kota Tegal.
“Informasi ini akan disampaikan oleh Tim Teknis TPID Kota Tegal kepada Walikota Tegal dan Tim Pengarah TPID Kota Tegal sebagai referensi dalam rangka pengendalian inflasi,” tegasnya.