![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyesalkan adanya insiden pengusiran terhadap salah seorang anggota DPRD Brebes, saat Kirab budaya memperingati Hari Jadi ke-335 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu 20 januari 2013.
"Saya sangat menyesalkan adanya inseden tersebut. Kedapan untuk bisa dievaluasi," ujar Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE kepada PanturaNews.Com, usai rapat paripurna DPRD usul prakarsa tentang pemekaran Kabupaten Brebes, Senin 21 januari 2013.
Bupati juga secara tegas menyatakan, mereka yang terlibat insiden bukan keluarganya, tetapi mereka mungkin hanya teman yang kebetulan tidak mengetahui aturan protokoler. Bupati atas nama pribadi dan keluarga, juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para anggota DPRD dan istri.
"Saya secara tulus mohon maaf sebesar-besarnya. Kejadian itu benar-benar diluar dugaan saya," ungkapnya.
Sementara Ketua DPRD Brebes, H. Illia Amin sendiri mengaku sangat menyayangkan adanya insiden tersebut. Karenanya, ia menyampaikan kritik agar lebih memaksimalkan fungsi protokoler dari pemerintah daerah, terkait penyelenggara kegiatan kenegaraan. Sebab, pihaknya mendapat laporan terkait tindakan panitia kegiatan kenegaraan yang tidak mengedepankan aturan protokoler.
Yakni, saat kirab budaya memperingati Hari Jadi Kabupaten Brebes. Padahal, dalam sebuah kegiatan kenegaraan yang dihadiri pejabat negara ada aturan mainnya. Dimana, tata urutan tempat duduk atau barisan pejabat sudah diatur.
"Kebetulan, saat kirab budaya ada kepincangan dalam aturan protokoler itu. Mestinya setelah barisan Forkominda daerah itu adalah anggota DPRD, tetapi masih ada orang-orang yang tidak normatif. Karena itu, harus dimaksimalkan fungsi protokoler ini," ujar Illia Amin
Di samping itu, pihaknya juga menyampaikan otokritik kepada anggota DPRD. Pihaknya meminta seluruh anggota DPRD lebih berpartisipasi terhadap acara kenegaraan. "Artinya, anggota DPRD ini memaksimalkan untuk hadir," katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anggota DPRD Kabupaten Brebes, Waidin beserta istrinya, diusir oleh oknum yang mengaku keluarga Bupati Brebes, saat berlangsungnya kirab budaya memperingati Hari Jadi ke-335 Kabupaten Brebes, Minggu 20 Januari 2013.
Akibatnya, terjadi insiden adu mulut antara keduanya. Bahkan, adu mulut mereka memancing perhatian masyarakat yang sedang menyaksikan kirab budaya yang lokasi starnya di Desa Limbangan Wetan dan finish di Alun-alun Brebes ini.