![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Tenggelamnya kapal barang pengangkut alat-alat berat Landing Craft Tank (LCT) Lestari Abadi 01 di perairan Masalembo pada 28 Desember 2012 lalu, membuat kesedihan bagi Nadoli (69), warga Dukuh Karangjati RT 04 RW 06 Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Pasalnya, salah satu dari 10 Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang adalah anaknya yang bernama Darmanto (33). "Anak kami Darmanto sampai saat ini belum diketemukan sejak kapalnya tenggelam di Masalembo," katanya kepada PanturaNews.Com, Sabtu 19 Januari 2013.
Informasi yang diperoleh, sebelum tenggelam kapal LCT Lestari Abadi 01 berangkat dari Samarinda Kalimantan Timur mengangkut alat berat pengeboran menuju Jakarta. Kapal tenggelam di perairan Masalembo yang masuk wilayah Jawa Timur, diduga akibat bocor dan gelombang yang besar.
Namun informasi kapal tnggelam baru diketahui pada 1 Januari 2013 setelah dua ABK yang diselamatkan warga nelayan sekitar. Sementara 10 ABK lainnya belum diketahui nasibnya. "Semuanya ada 12 ABK, ada dua yang diselamatkan nelayan dan yang 10 termasuk anak kami sampai sekarang tidak diketemukan," tutur Nadoli.
Menurutnya, Darmanto cukup berpengalaman dan sudah berlayar selama 15 tahun sebagai ABK. Terakhir berangkat berlayar pada bulan Oktober 2013 sampai kapalnya tenggelam. Rencananya juga akan melamar calon istrinya setelah pulang berlayar nanti.
"Sudah rencana akan melamar calon istrinya, tapi kapalnya tengelam dan belum ada kabar selamat atau tidak," kata Nadoli dengan mata yang berkaca-kaca.
Dikatakan, dirinya mendengar kabar kapal anaknya hilang dari keluarga temannya yang satu kapal yang juga dibenarkan oleh PT Widodo Lintas Samudera Cirebon, perusahaan pemiliknya. Pihaknya juga telah mendatangi perusahaan tersebut di Ceribon dan menerima bantuan.
"Sudah ada bantuan baru sebesar Rp 2 juta saat kami datang ke perusahaan pemilik kapal," katanya.
Nadoli berharap ada kabar lebih lanjut tentang nasib Darmanto anak keempatnya itu. Setidaknya ada kejelasan apakah dia masih hidup atau tidak.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Brebes Fraksi Demokrat, Ahmad Djazuli, meminta kepada Pemkab Brebes untuk turun tangan membantu warga tersebut. Pemkab Brebes bisa menjembatani meminta tanggungjawab lebih besar pada pihak perusahaan yang memperkerjakan Darmanto.
"Pemkab semestinya turun tangan membantu warganya yang kesulitan," kata Djazuli yang juga tinggal di Desa Tonjong ini.
Kata dia, Pemkab Brebes melalui dinas terkait turun tangan sebagai bentuk perhatian dan perlidungan pada warganya yang mengalami kesulitan. "Pemkab Brebes perlu turun tangan untuk melindungi dan membantu warganya," tandas Djazuli.